TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HC Sebagai Business Driver: Strategi Sukses Hutama Karya Bangun Organisasi Masa Depan

Busthomi
2 September 2025 | 07:53
rubrik: Event, HC
HC Sebagai Business Driver: Strategi Sukses Hutama Karya Bangun Organisasi Masa Depan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) atau HK berhasil memaparkan proses transformasi Human Capital Management System (HCMS) yang memikat dan layak menjadi pembelajaran Perusahaan lain. Pasalnya, HCMS yang diusung itu tidak hanya menyentuh aspek struktur dan kompetensi, tetapi juga menjadi mesin penggerak pertumbuhan bisnis perusahaan secara menyeluruh.

Menurut Muhammad Fauzan selaku Direktur Human Capital dan Legal HK, pihaknya telah mengelola HCMS itu secara gamblang dengan pendekatan agile, data-driven, dan berfokus pada pengembangan fungsional. Hal itu telah membawa perusahaan konstruksi pelat merah tersebut mencapai tonggak-tonggak prestasi besar—baik secara operasional maupun finansial.

“HCMS bukan sekadar sistem HR, tapi platform strategis untuk mendukung bisnis yang sustain. Kami tidak ingin hanya merespons perubahan, tapi justru menginisiasi perubahan,” ujar Fauzan di depan dewan juri TOP Human Capital Awards 2025 saat penjurian yang digelar secara daring, Jumat (29/8/2025).

Hadir dalam penjurian kali ini mendampingi Fauzan adalah Alfa Haga Rachmady – VP Perencanaan Strategis, Paino – VP HC Operasi, Andy Hakim – Analyst Center of Excellence, dan Adelia – Analyst Perencanaan Strategis.

Dampak Nyata ke Kinerja Keuangan

Menurut Fauzan, kiprah HC ini telah berdampak positif ke kinerja perusahaan. Karena memang perubahan bisnis HK dari Jakon (jasa konstruksi) ke investasi karena Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) tentu saja membutuhkan perubahan dari segi HC: struktur, kompetensi, dan kapabilitas.

Dan transformasi HC ini mendukung pertumbuhan bisnis HK bertumbuh dalam lima tahun ke belakang. Serta, kata dia, perlu juga ada keberlanjutan transformasi untuk mempertahankan sustainability bisnis tersebut.

Sehingga, transformasi HC ini bukan hanya berhenti di sistem, tetapi menghasilkan kinerja nyata. Perusahaan konsisten berhasil membukukan laba bersih. “Dalam dua tahun terakhir, perusahaan mencatat laba bersih positif, meskipun 70% portofolionya merupakan investasi jangka panjang,” kata dia.

BACA JUGA:   Kelola HC, Bank Kalbar Punya Grand Design MSDM Komprehensif dan Terintegrasi

Hingga akhir 2024 lalu, pendapatan HK mencapai Rp30,25 triliun, tumbuh 12,35% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp26,92 triliun. Dengan EBITDA HK mencapai Rp4,3 triliun meningkat dari tahun sebelumnya di angka Rp3,6 triliun. Dan laba bersih mengalami lonjakan hingga 49,48% yoy, dari Rp1,82 triliun menjadi Rp2,73 triliun per akhir 2024.

Dari sisi neraca, per 31 Desember 2024 HK mencatatkan asset mencapai mencapai Rp196,04 triliun atau meningkat signifikan dari Rp169,73 triliun pada akhir 2023. Dengan liabilitas perusahaan mengalami kenaikan menjadi Rp58,04 triliun dari sebelumnya Rp53,11 triliun. Sementara itu, ekuitas HK juga turut tumbuh pesat dari Rp116,62 triliun menjadi Rp138 triliun.

“Dengan kondisi keuangan seperti itu, HK juga masuk dalam 10 besar BUMN dengana set terbesar di Indonesia. Serta menduduki peringkat ke-177 di daftar Fortune Southeast Asia 500 di tahun 2025 ini,” terang Fauzan.

Organisasi Ramping dan Agile

Transformasi besar dimulai dari perubahan struktur organisasi. Makanya, Hutama Karya pun memangkas jumlah jenjang jabatan struktural hingga maksimal BOD minus 2, mendorong talenta untuk tumbuh dalam jalur karier fungsional yang lebih terbuka, fleksibel, dan meritokratis.

“Kami merancang organisasi yang ramping dan agile. Tidak ada lagi birokrasi berlapis. Kotak struktural terbatas, tapi talenta harus ahli dan siap dikerahkan lintas fungsi. Memang ini tidak populer, tapi kami lakukan,” terang dia.

Lanjutnya, dengan sistem ini, pegawai yang menunjukkan kepakaran dan kinerja tinggi dapat melesat dalam karier tanpa harus menempati posisi struktural formal. Ini menjawab kebutuhan organisasi modern yang semakin dinamis.

Selain itu, HK juga memandang HC sebagai business partner dan talent factory. Hal ini dituangkan dalam roadmap HC hingga 2025. “Jadi, Hutama Karya menegaskan peran Human Capital bukan lagi sekadar pelaksana administrasi SDM, tetapi sebagai business partner dan talent factory,” katanya.

BACA JUGA:   Presiden Prabowo Resmikan Pembangunan Sekolah Rakyat, Hutam Karya Turut Bangun di 5 Provinsi

Untuk itu, perusahaan secara sistematis menerapkan strategi klasifikasi talenta berbasis 9 Box Matrix yang diperkaya dengan 360 derajat feedback, KPI ter-cascading, dan program Individual Development Plan (IDP) berbasis coaching langsung dari atasan.

“Hasilnya, ternyata lahir talenta-talenta yang siap mengisi posisi strategis, termasuk dalam ekspansi proyek melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha),” ujar dia.

Manfaatkan AI

Dalam bidang teknologi HC, Hutama Karya telah mengembangkan sistem Human Capital Management System (HCMS) generasi baru yang berbasis big data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sistem ini menggantikan HCIS lama dan memungkinkan manajemen mengambil keputusan berbasis insight, bukan asumsi.

Tak hanya itu, perusahaan juga berinvestasi besar untuk pengembangan SDM melalui: Program Beasiswa S2 dalam dan luar negeri, Sertifikasi profesional internasional (tercatat 406 karyawan telah tersertifikasi), Akses platform LinkedIn Learning, dan Program coaching & mentoring, serta job rotation.

“Learning hour kami sangat tinggi mencapai 87.495, karena kami percaya bahwa perusahaan hanya bisa tumbuh secepat orang-orang di dalamnya berkembang,” tambahnya.

Kiprah HC di HK

Lebih jauh ditegaskana Fauzan, peningkatan investasi di sektor Sumber Daya Manusia (SDM) ternyata berbanding lurus dengan nilai tambah yang didapat oleh perusahaan. Hal ini jelas terlihat dari angka-angka yang disuguhkan Hk secara tahunan.

Untuk investasi misalnya, di tahun 2023 total biaya SDM sebesar Rp707 miliar meningkat di tahun 2024 menjadi sebesar Rp974 miliar. Dari jumlah karyawan sebanyak 2.075 (2023) menjadi 2.141 (2024). Dengan productivity ratio (EBITDA: jumlah karyawan) adalah 1,73 (2023) menjadi 2,00 (2024).

Selanjutnya HC efficiency ratio (EBITDA: Total biaya SDM) menurun atau semakin efisien yakni dari 5,09 (2023) menjadi 4,40 (2024). Dengan HC Return on Investment (EBITDA – (Biaya Operasional – Biaya SDM)) : Biaya SDM) yang meningkat, dari 3,11 (2023) menjadi 3,96 (2024). Serta HC Value added ratio yang meningkat dari 1,06 (2023) menjadi 1,80 (2024). Ini menghitung (EBITDA – Biaya Non SDM) dibagi jumlah karyawan.

BACA JUGA:   Hutama Karya Akselerasi Pembangunan RSUD Tafaeri Kabupaten Nias Utara

“Dari angka itu, terdapat peningkatan investasi terhadap Human Capital dari tahun 2023 ke 2024 karena peningkatan jumlah karyawan dan program pengembangan karir, sehingga rasio HC efisiensi menurun. Namun investasi tersebut terbukti meningkatkan value added dan produktivitas karyawan,” terang Fauzan.

Selain itu, HK juga memperkuat Budaya Kerja. Kultur kerja menjadi aspek yang tidak dilupakan. Survei karyawan tahun 2024 atau Employee Engagement Survey 2024 mencatat skor 81,67. Dengan skor tertinggi di aspek tantangan kerja (task challenge), kompetensi pribadi, dan kolaborasi.

Perusahaan juga aktif dalam well-being program seperti:Konseling dan platform kesehatan “Naluri”, Layanan daycare, Pemantauan kesehatan karyawan berbasis data, dan lainnya.

Untuk memperkuat keberlanjutan, succession planning juga digarap serius. Program kepemimpinan dari jenjang first-line hingga executive level diwajibkan, dengan sertifikasi dan pelatihan yang mengacu pada praktik terbaik, termasuk benchmarking terhadap sistem pendidikan di TNI dan Polri.

“Kami tidak sedang membangun sistem yang keren di atas kertas, tapi sistem yang hidup dan menciptakan nilai tambah nyata. Karena itu, investasi terbesar kami bukan di beton atau jalan tol, tapi di manusia,” tutupnya dengan tegas.

Pemaparan HK tersebut memperkuat posisi Hutama Karya sebagai salah satu perusahaan dengan sistem HC paling progresif di Indonesia. Di ajang TOP HC Awards 2024 lalu, HK sudah mendulang Bintang 5, dan di TOP HC Awards 2025 ini, perusahaan kembali masuk dalam daftar kandidat kuat penerima penghargaan tertinggi di bidang Human Capital Excellent.

Tags: PT Hutama KaryaTOP Human Capital Awards 2025
Previous Post

Perkuat UMKM, Medco E&P dan BRI Jalin Kolaborasi di 7 Wilayah Operasi

Next Post

Webinar TOP GRC Awards 2025 Digelar, Ajang Pembelajaran Bersama terkait Implementasi GRC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR