Jakarta, TopBusiness — PT Phapros Tbk (IDX: PEHA) terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2026. Sebagai perusahaan farmasi yang memiliki lini bisnis meliputi obat bebas (OTC), obat resep bermerek (ethical), obat generik (OGB), alat kesehatan, serta kontrak manufaktur dan telah melakukan ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara seperti Kamboja, Peru, Filipina, Myanmar, dan Afghanistan ini, dicatat mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP CSR Awards 2026, Kamis (9/4/2026).
Hadir dalam Penjurian, Manajer TJSL, Asyera Dewi Bari Barita dan Officer Sosial Lingkungan, Ariana Eka Nindita. Di samping itu, Officer Pendanaan UMK, Beny Hadiyatno; Adm. Lingkungan, Hukum & Tata Kelola, Stefania Orance Kun; Adm. Keuangan, Siti Shofiana; Manajer EHS, Haninta Rakhmaningsih; Manajer Utility, Arie Wicaksono; serta Manajer Corcomm, Kartika Kusumawandini.
Dalam Penjurian, Asyera Dewi Bari Barita menyatakan bila perusahaan dalam menghadapi dinamika industri farmasi yang semakin kompetitif dan tuntutan keberlanjutan yang kian tinggi, terus memperkuat komitmennya dalam mengintegrasikan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Pendekatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kepatuhan, tetapi telah menjadi DNA operasional perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.
“Dengan DNA tersebut, perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan (profit), tetapi juga secara sadar memasukkan aspek perlindungan lingkungan (planet) ke dalam strategi bisnisnya. Karena itu, semua keputusan bisnis, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengembangan produk, tidak hanya dinilai dari sisi penjualan atau efisiensi biaya semata, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan,” kata Asyera Dewi Bari Barita.
Strategi CSR Phapros
Karena itu menurut Asyera Dewi Bari Barita kembali, strategi pelaksanaan CSR di PT Phapros Tbk, juga selalu dilandasi oleh kebutuhan untuk menyelaraskan tujuan bisnis dengan pembangunan berkelanjutan. Hal ini karena perusahaan telah memandang keberlanjutan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian integral dari strategi bisnis.
Strategi CSR yang dilaksanakan perusahaan selanjutnya, difokuskan pada 3 hal. Yaitu, Leadership & Tata Kelola, Strategi CSR Berbasis ESG, dan Penciptaan Nilai Terukur.
Pada Leadership & Tata Kelola, fokus utama pada penguatan sistem governance melalui Code of Conduct, Whistleblowing System, dan berbagai pedoman internal. Pada Strategi CSR Berbasis ESG, fokus utama mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam seluruh aktivitas operasional. Dan pada Penciptaan Nilai Terukur, fokus utama CSR diarahkan untuk mendukung revenue growth, efisiensi operasional, mitigasi risiko, dan peningkatan reputasi perusahaan.
Guna memperkuat implementasi strategi program CSR, PT Phapros Tbk bahkan juga menghadirkan Roadmap ESG (2025–2029). Secara umum, Roadmap ESG yang terstruktur dan berkelanjutan ini, adalah sebagai berikut:
- 2025 (Synergy): Peningkatan pemahaman ESG lintas divisi, penyusunan kebijakan, SOP, KPI, dan strategi komunikasi.
- 2026 (Excellent Performing): Implementasi kebijakan dan pilot project, serta monitoring program.
- 2027 (Mastery): Evaluasi hasil program, termasuk pengukuran emisi GRK dan efisiensi biaya.
- 2028 (Sustaining): Penguatan dampak ESG, evaluasi, pelaporan, dan continuous improvement.
- 2029 (Leadership): Menjadi pemimpin ESG di industri farmasi Indonesia.
CSR Secara Terintegrasi
Dalam melaksanakan program-program CSR-nya, PT Phapros Tbk dicatat melakukannya secara terintegrasi dengan 4 pendekatan utama, yaitu Lingkungan, Sosial, Ekonomi, dan Stakeholder Engagement.
- Lingkungan (Environmental).
Melalui pendekatan ini, program-program CSR yang dilaksanakan PT Phapros Tbk di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Program efisiensi energi melalui alih teknologi boiler dan konversi BBM ke CNG. 2. Penggunaan solar panel dan green chiller. 3. Penanaman mangrove dan pohon keras. 4. Program pengelolaan limbah B3 dan non-B3. 5. Inisiatif green manufacturing dan konservasi lingkungan.
2. Sosial (Social).
Melalui pendekatan ini, program-program CSR yang dilaksanakan PT Phapros Tbk diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Program pencegahan stunting. 2. Sekolah binaan dan edukasi kesehatan (PHBS & DAGUSIBU). 3. Pelatihan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat. 4. Program inklusi seperti pelatihan bagi penyandang disabilitas. 5. Program kesehatan mental karyawan melalui layanan konseling.
3. Ekonomi (Economic Empowerment).
Melalui pendekatan ini, program-program CSR yang dilaksanakan PT Phapros Tbk diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Pendampingan UMKM melalui program Pehapreneur. 2. Fasilitasi pemasaran melalui UMKM Fair. 3. Peningkatan produktivitas tenaga kerja lokal.
4. Stakeholder Engagement.
Melalui pendekatan ini, program-program CSR yang dilaksanakan PT Phapros Tbk di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, sosialisasi lingkungan kepada masyarakat ring 1. Kedua, diskusi publik dan pelatihan mitigasi bencana. Ketiga, kolaborasi dengan pemasok dan mitra industri.
Program CSR Unggulan
Dari semua program CSR yang dilaksanakan, terdapat beberapa program unggulan yang dijalankan perusahaan. Dimana di antaranya adalah sebagai berikut.
1. PEHAPRENEUR
Program CSR unggulan ini berupa program pemberdayaan UMKM dengan 233 mitra binaan dan dukungan akses pasar melalui pameran.
2. SIGER WANITA
Program CSR unggulan ini berupa program desa wisata sehat di Rahtawu, Kudus, yang mengintegrasikan aspek kesehatan (penanggulangan anemia) dan ekonomi lokal.
3. ROEMAH DIFABEL
Program CSR unggulan ini berupa program pelatihan menjahit bagi penyandang disabilitas yang mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp700 ribu per bulan per peserta.
4. Program Stunting dan Daycare
Program CSR unggulan ini berupa program intervensi gizi melalui PMT dan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan lokal.
5. Go Green Challenge
Program CSR unggulan ini berupa program penanaman mangrove, penghijauan, dan konservasi lingkungan di berbagai wilayah, serta efisiensi energi.
Dalam menghadirkan program CSR termasuk program CSR unggulan, PT Phapros Tbk dicatat selalu melakukan pengukuran terkait efektivitas program CSR yang telah dilaksanakan.
Pengukuran efektivitas program CSR tersebut dilakukan melalui berbagai indikator. Salah satunya Social Return on Investment (SROI). Pengukuran ini, untuk mengetahui dampak dari aktivitas sosial yang dilakukan. Berdasar pengukuran SROI pula, di antaranya adalah sebagai berikut. Program Stunting: 2,06 dan Roemah Difabel: 4,3.
Terkait program CSR unggulan yang dilaksanakan, banyak dampak nyata yang berhasil ditorehkan perusahaan. Efisiensi energi dari program Go Green Challenge misalnya, berhasil mencatat dampak positif, yaitu sebagai berikut:
Pertama, Penghematan energi: 2.399,15 GJ. Kedua, Efisiensi biaya: hingga Rp5 miliar. Ketiga, Penurunan emisi karbon: 2.223 ton (2023–2025).
“Implementasi CSR di Phapros menunjukkan bagaimana integrasi antara strategi bisnis dan prinsip ESG dapat menghasilkan nilai tambah yang nyata, baik bagi perusahaan maupun masyarakat. Melalui roadmap yang jelas, program yang terukur, serta komitmen terhadap keberlanjutan, Phapros tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Asyera Dewi Bari Barita.
