Home Ekonomi BUMD KPK Ingatkan Direksi BUMD di DKI Jakarta Taat Aturan

KPK Ingatkan Direksi BUMD di DKI Jakarta Taat Aturan

Jakarta, TopBusiness – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan para direksi pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di DKI Jakarta untuk betul-betul menaati aturan dan bekerja sesuai standard operational procedure (SOP) yang berlaku. Para direksi juga harus memegang teguh nilai-nilai integritas agar terhindar dari tindak pidana korupsi.

Peringatan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam acara “Jakpro Leaders’ Talk” yang dihadiri para direksi dan pengelola BUMD se-DKI Jakarta di Jakarta International Equestrian Park, Selasa (23/4/2019).

Alexander menjelaskan, berdasarkan pengalaman lebih dari 25 tahun berkarier di BPKP, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan saat ini di KPK, korupsi  dilakukan terkait nilai-nilai integritas yang tidak dijalankan seseorang.

“Terutama ketika suatu kasus sudah naik di persidangan, nilai integritas seseorang itu diuji, apakah dia memegang nilai-nilai kejujuran dan nilai-nilai etika. Karena tidak ada pidana tanpa kesalahan dan tidak ada kesalahan tanpa niat jahat,” kata Alexander Marwata.

Tak hanya itu, menurut Alex, banyak kasus korupsi di tingkat korporasi yang terjadi akibat kelalaian direksi. Meskipun tidak terlibat langsung, seorang direktur utama (dirut) bisa saja ikut terjerat kasus korupsi karena dia lalai dan tidak cermat dalam melakukan pengawasan. “Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu harus lebih hati-hati lagi, SOP harus betul-betul ditaati, aturannya seperti apa itu yang harus dilakukan,” tutur dia.

Menurut Alexander Marwata, tanggung jawab direksi BUMN maupun BUMD lebih berat dibanding korporasi swasta, karena aturannya yang berbeda. Dia mencontohkan seorang direksi sebuah bank swasta dan bank BUMN maupun BUMD yang mengalami kasus kredit macet.

“Kasus kredit macet di bank swasta paling direksinya diberhentikan. Tapi itu terjadi di bank BUMN ataupun BUMD, direksi bisa jadi tersangka,” tutur dia.

Menurut Marwata, komisi antirasuah ini ke depan akan lebih banyak mendorong penanganan kasus korupsi di tingkat korporasi baik BUMN maupun BUMD.  “Tapi bapak Ibu tidak  perlu khawatir dan takut. Sejauh memegang nilai-nilai kejujuran dan berintegritas, saya yakin tidak akan tersangkut korupsi,” ujarnya.

Selain Marwata, Jakpro Leaders’ Talk menghadirkan narasumber ahli lain yakni Muhammad Sigit (Deputi Bidang Pencegahan PPATK) dan  Alexander Sianturi (Treasurer ACFE, Association of Certified Fraud Examiners).

Selaras dengan tema, pada acara dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Penegakan Integritas oleh seluruh Direktur Utama BUMD Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah BUMD di DKI yang mengikuti Jakpro Leaders Talk ini antara lain dari PDAM Jaya, PT Asuransi Bangun Askrida, PT Bank DKI, PT Jakarta Propertindo (Perseroda), PT Jakarta Industrial Estate Pulau Gadung, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Perumda Pembangunan Sarana Jaya, PD PAL Jaya, PT Jakarta Tourisindo, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Penjaminan Kredit Daerah Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), Perumda Pasar Jaya, PD Dharma Jaya, dan PT Transportasi Jakarta.

Agenda “Jakpro Leaders Talk” dijadwalkan berlanjut secara berkala dengan penyelenggaraan bergiliran di antara BUMD se-DKI Jakarta. (nrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here