Home Ekonomi Article Sukuk untuk Membangun Negara

Sukuk untuk Membangun Negara

foto: istimewa

SUKUK merupakan salah satu instrumen keuangan yang menjadi contoh dari penerapan impact investing. Impact investing sendiri dapat diartikan sebagai investasi yang tidak hanya memperhitungkan keuntungan secara finansial, namun juga memperhitungkan dampak sosial dan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari investasi tersebut. Sukuk dan impact investing memiliki prinsip yang sama yaitu menghubungan antara kegiatan bisnis (yaitu pembelian sukuk) dengan kegiatan sosial (sukuk digunakan untuk pengeluaran negara dalam membangun bangsa), serta memberikan keuntungan secara finansial (imbal hasil) dan keuntungan sosial (terpenuhinya kebutuhan masyarakat). Dengan adanya sukuk, investor di keuangan Syariah diharapkan tidak hanya fokus pada negative screening untuk menghindari sesuatu yang riba, gharar, dan maysir, tetapi juga fokus pada efek positif untuk berinvestasi dengan aman, halal, dan berdampak positif pada masyarakat secara luas.

Pembelian sukuk oleh masyarakat menjadi sumber keuangan tambahan bagi pemerintah untuk membiayai defisit anggaran. Salah satu usaha Pemerintah untuk mendapatkan dana yang akan digunakan untuk menutupi defisit anggaran adalah dengan menggali potensi penerimaan perpajakan. Namun tentu saja usaha tersebut tidak bisa secara instan meningkatkan penerimaan perpajakan, akan diperlukan waktu yang lama dan proses yang panjang agar usaha tersebut dapat berhasil. Sementara itu, kebutuhan pemerintah banyak yang harus dipenuhi dalam waktu segera, misalnya kebutuhan untuk dana kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, sukuk merupakan instrumen yang tepat untuk menjawab kebutuhan pemerintah sehingga pemerintah bisa mendapatkan dana segera untuk menutupi defisit anggaran.

Dengan adanya dana dari sukuk diharapkan kebutuhan kesehatan dan pendidikan untuk masyarakat dapat terpenuhi, sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat dan berpendidikan tinggi. Kedua hal tersebut dapat menjadi investasi pemerintah dalam bidang sumber daya manusia. Investasi di bidang kesehatan dan pendidikan untuk rakyat Indonesia sangat penting, agar SDM Indonesia mampu bersaing dalam persaingan global terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Sukuk merupakan win-win solution untuk para investor dalam negeri, terutama investor yang peduli dengan impact investing, untuk masyarakat, dan untuk pemerintah. Dengan membeli sukuk para investor dalam negeri akan mendapatkan instrumen investasi yang aman dengan imbal hasil yang bersaing dengan instrumen investasi lainnya. Sementara itu, perekonomian akan lebih stabil karena dengan semakin banyaknya sukuk yang dibeli masyarakat maka utang luar negeri pemerintah akan semakin dikurangi. Dengan semakin meningkatnya pembelian sukuk, maka diharapkan pada masa yang akan datang Indonesia dapat mencapai kemandirian dalam pembiayaan pembangunan. Jika hal tersebut tercapai, masyarakat dan pemerintah juga akan lebih tenang, karena utang luar negeri Indonesia tidak akan bertambah lagi.

Sukuk ritel dan sukuk tabungan dalam denominasi Rupiah gencar diterbitkan pemerintah selama beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat memperluas basis investor dalam negeri dan membatasi kepemilikan asing terhadap surat utang negara. Selain itu, penerbitan sukuk dalam denominasi Rupiah dapat mendukung terciptanya stabilitas pasar keuangan domestik.

Pemerintah baru saja selesai melakukan penjualan sukuk tabungan seri ST005. Menurut keterangan dari pemerintah, penjualan ST005 ini berhasil menjaring 10.029 orang investor, dimana 4.589 orang merupakan investor baru. Adanya jumlah investor baru yang hampir mencapai 50%, mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi, dan semakin besarnya kepedulian masyarakat untuk berpastisipasi dalam membangun Indonesia terutama dari generasi milenial (generasi milenial yang membeli ST005 sebanyak 5.393 investor (53,77%), jumlah ini merupakan persentase tertinggi sepanjang penerbitan Sukuk Tabungan).

Investor baru pada ST005 seolah dapat memberikan “jaminan” bahwa sukuk akan selalu diminati oleh masyarakat. Apalagi para investor generasi milenial, adalah investor yang sangat peduli dengan impact investing, sehingga sukuk yang ditawarkan oleh pemerintah akan selalu diserap oleh pasar. Jika basis investor dapat terus bertambah dan jika para investor sukuk ritel sebelumnya meningkatkan pembelian sukuk, maka kemandirian Indonesia dalam pembiayaan pembangunan  dapat tercapai. Semoga saja, semakin banyak para investor yang tergerak untuk melakukan impact investing melalui pembelian sukuk.

Penulis: Ary Ratna Santika, Analis  di Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Kementeria Keuangan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here