Kinerja Apik Hutama Karya Rampungkan DDT Manggarai-Jatinegara di Tengah Pandemi

Penulis Albarsyah

Jakarta, TopBusiness – Meski ditengah penurunan ekonomi dunia semenjak Covid-19 melanda, PT  Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan perusahaan dapat berhasil bertahan melalui masa-masa krisis ditengah situasi pandemi Covid-19 dengan berbagai terobosan baik  dari sisi teknologi konstruksi, budaya kerja, optimalisasi QHSSE, hingga efisiensi HPP pada  seluruh proyek yang sedang digarap.

Terbaru, perusahaan berhasil merampungkan salah satu mega proyek milik Kementerian Perhubungan yakni Pembangunan Jalur Kereta Api Dwi Ganda atau Double-Double Track (DDT) Paket A yang menghubungkan dari Manggarai-Jatinegara pada 16 Desember 2020 lalu.

Dalam pembangunan proyek yang dimulai sejak tahun 2015 lalu, Hutama Karya melakukan joint operation dengan PT Modern Surya Jaya (MSJ) dan PT Mitra Engineering Grup (MEG) selaku perusahaan swasta spesialis pekerjaan rel kereta, dimana porsi Hutama Karya pada  proyek ini adalah 41%. Proyek senilai Rp 1 triliun lebih ini memiliki 2 jalur pekerjaaan  yaitu Commuter Line (St. Manggarai – St. Matraman – St. Jatinegara) dengan panjang rel sekitar  1,44 km yang sudah dilakukan uji coba sebelumnya pada pertengahan 2020 lalu dan jalur  Bogor Line (St. Cikini – St. Manggarai – St. Tebet) dengan panjang rel 2,22 km yang akan  dioperasikan segera.

Direktur Operasi II Hutama Karya, Novias Nurendra, mengatakan bahwa meski di tengah  tantangan pandemi Covid-19 yang melanda, pengerjaan proyek tetap harus on going dengan  mengimplementasikan penerapan prosedur dan protokol kesehatan yang cukup ketat yang  dimonitor secara harian oleh tim QHSSE pada masing-masing proyek serta Manajemen  Hutama Karya di Kantor Pusat. 

Perusahaan juga memastikan tidak ada mobilisasi dari dalam dan keluar proyek serta tidak ada  penambahan pekerja sementara di proyek hingga wabah Covid—19 ini dinyatakan aman. Hal  tersebut menyusul Instruksi Menteri (Inmen) No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan  Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi  dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam keterangan resminya Novias menegaskan, “Selain dihadapkan pada situasi pandemi di periode akhir pengerjaan proyek, pembangunan  DDT Manggarai – Jatinegara ini juga menlalui tantangan yang cukup sulit seperti terbatasnya  area lokasi akses kerja yang mengharuskan kontraktor memutar otak untuk menemukan metode  yang efektif dan efisien terhadap biaya maupun waktu dan akses kerja yang bersinggungan  dengan “Public Activity” di Stasiun Manggarai sehingga mengharuskan pekerjaan dengan  window time pukul 00.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB dini hari,” ujar Novias.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pekerjaan yang digarap oleh Hutama Karya dalam  proyek ini adalah Pengerjaan Erection Box dengan menggunakan Launcher Gantry melalui  metode Span By Span, Pengerjaan Erection Cast in Situ dan Pengerjaan Erection by Shoring.  Pembangunan paket A yang menyerap 150 tenaga kerja bertujuan untuk memisahkan jalur  kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai.

Kehadiran DDT Manggarai – Jatinegara ini digadang-gadang akan mempermudah mobilitas  masyarakat di wilayah Jabodetabek yaitu dengan bertambahnya jumlah kapasitas pergerakan  kereta api jalur Bekasi maupun Bogor line. Selain itu jalur ganda ini juga mempercepat proses  tunggu dan membuat kawasan tertata lebih rapi. 

Seperti yang dilansir dari Okezone.com, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  mengatakan, Pembangunan DDT untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan kereta api  listrik (KRL) hingga memberikan keselamatan yang lebih baik bagi kereta lintas antar kota.  “Dengan dilakukan pembangunan proyek DDT, maka produktivitas keluar kota dan ke dalam  kota akan meningkat. Juga fungsi-fungsi safety-nya dan yang akan datang itu kalau DDT sudah  selesai, maka semua kereta ke luar kota akan dipusatkan ke Manggarai, sehingga fungsi-fungsi  stasiun yang ada di dalam kota itu tidak terganggu dengan kapasitas yang naik dua kali lipat,” terang Budi Karya.

Hutama Karya menilai di tahun 2021, sektor konstruksi akan mengalami fase recovery yang  didukung oleh dampak positif dari telah ditemukannya vaksin COVID-19. “Hal tersebut  tentunya akan meningkatkan movement of people sehingga kegiatan konstruksi yang semula  tertunda perlahan dapat kembali berjalan normal. Karenanya, perusahaan mengestimasi  pertumbuhan bisnis konstruksi Hutama Karya di tahun 2021 khususnya pengusahaan Jalan Tol  Trans Sumatera dan bisnis infrastruktur lainnya,” tutup Novias Nurendra, Direktur Operasi II  Hutama Karya.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar