TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Tekstil Lepas dari Kontraksi Tahun 2023

Achmad Adhito
22 May 2024 | 13:26
rubrik: Business Info
Industri Tekstil Lepas dari Kontraksi Tahun 2023

Sumber: Weva Textile

Jakarta, TopBusiness—Industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) merupakan salah satu sektor unggulan manufaktur nasional karena selama ini menjadi pahlawan devisa dan penyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Setelah mengalami tekanan selama tahun 2023, kinerja industri TPT kembali bangkit pada awal 2024 dengan pertumbuhan PDB yang positif.

“Industri TPT pada triwulan I tahun 2024, mulai menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan, di mana PDB mengalami pertumbuhan sebesar 2,64 persen secara YoY (year on year), demikian juga secara Q to Q (quarter to quarter) mengalami peningkatan 5,92 persen dibandingkan Q4-2023 yang mengalami kontraksi -1,15 persen,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier pada acara pelepasan ekspor PT Mahugi Jaya Sejahtera di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (21/5/2024).

Kinerja gemilang industri TPT juga tercemin pada capaian nilai ekspornya pada triwulan I-2024 yang mengalami peningkatan sebesar 0,19 persen atau senilai USD2,95 miliar. “Padahal situasi di pasar ekspor masih dipengaruhi oleh tidak pasti ekonomi global karena beberapa konflik antarnegara yang terjadi. Di sisi lain, investasi sektor TPT juga mengalami kenaikan. Untuk investasi PMA, naik sebesar 70,2 persen atau senilai USD194,3 miliar,” ungkap Taufiek.

Kemenperin pun memberikan apresiasi kepada PT Mahugi Jaya Sejahtera yang menggarap pasar Dubai dan sebagian negara Timur Tengah dengan ditandai pelepasan ekspor kain sebanyak 300.000 meter dalam tiga kontainer senilai USD350.000. 

“Ini menandai komitmen perusahaan untuk ekspor tahunan sebesar 5 juta meter, yang akan terus ditingkatkan dalam rangka membuka pasar nontradisional, selain pasar utama ekspor yang selama ini menjadi andalan Indonesia seperti negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang,” tutur Taufiek.

Menurutnya, pasar garmen dan tekstil di negara-negara Timur Tengah akan terus tumbuh signifikan sampai dengan lima tahun ke depan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7 persen, dan nilai pasar fesyen diperkirakan sebesarUSD89 miliar. “Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi menyumbang hampir setengah dari pasar industri fesyen di Timur Tengah, serta Qatar yang terus meningkat konsumsinya,” ujar Taufiek.

Kemenperin mencatat, Indonesia mengekspor tekstil dan pakaian ke negara-negara Timur Tengah sekitar 5,4 persen dari total ekspor TPT nasional atau senilai USD753 juta. Artinya, baru memiliki market share 1,5 persen. “Oleh karena itu, upaya peningkatan ekspor ke negara-negara Timur Tengah menjadi sebuah langkah yang penting,” tandasnya.

BACA JUGA:   Situs Ini Pakai Biometrik Tentukan Pemenang Penghargaan
Tags: ekspor tekstilindustri tekstilindustri TPTkemenperinmahugi jaya sejahtera
Previous Post

Dorong Dekarbonisasi, SBI Bangun Hutan Kota di Area Pabrik Cilacap

Next Post

Direksi Tak Sanggup Sehatkan Bank, OJK Cabut Izin BPR Bank Jepara Artha (Perseroda)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR