TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLTB Dukung Ketahanan Energi Nasional

Nurdian Akhmad
8 December 2014 | 17:16
rubrik: Capital Market

Jakarta, businessnews.id– Dalam 10 tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh dengan laju rata-rata 6% per tahun, serta bertambahnya populasi penduduk sekitar 1,49% per tahun. Itu mendorong peningkatan kebutuhan energi rata-rata 6,2% per tahun. Di sisi lain, keterbatasan sumber energi fosil (minyak, gas, dan batubara) memaksa Indonesia mengimpor minyak.

Perpres No. 5 tahun 2006 menyebutkan tentang pencanangan target untuk pengelolaan energi nasional. Itu berupa penurunan elastisitas energi kurang dari satu dan pemanfaatan energi baru terbarukan sebesar 17% pada 2025. Salah satu energi baru  dan terbarukan yang potensial di Indonesia adalah pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2010 menyebutkan, energi angin di Indonesia berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 9,2 GW.

Sementara itu, berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), lebih dari 100 daerah di Nusantara menyimpan potensi energi angin, dengan rata-rata kecepatan angin di Indonesia sebesar 5,5 meter per detik (m/s). Bahkan di beberapa lokasi kecepatan angin di atas 6 m/s. Ini merupakan sumberdaya yang cukup untuk membangun PLTB/pembangkit listrik tenaga bayu.

“PLTB di Indonesia dapat mendukung meningkatkan kelistrikan nasional melalui menara-menara kincir angin (wind farm) dengan kapasitas di atas 10 MW yang terhubung dengan jaringan PLN. Beberapa lokasi potensial seperti pesisir selatan Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Sulawesi Utara, dapat membangkitkan listrik lebih dari 900 MW melalui PLTB,” ungkap Andika Prastawa, Nasional Projek director, WhyPgen disela Energy Partners Gathering 2014 dengan mengusung tema ‘Managing Energy for BetterFuture’ di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sedangkan PLTB di bawah 10 MW dapat mendukung ketersediaan listrik di pulau-pulau terdepan sekaligus daerah-daerah pesisir di Indonesia. Ini akan secara otomatis akan meningkatkan perkembangan daerah-daerah tertinggal, daerah pesisir, dan pulau-pulau terdepan Indonesia. Studi WHyPGen mencatat adanya potensi pembangunan wind farm di 17 lokasi di Indonesia sebesar 960 MW. Dari situ dapat dihasilkan listrik 2.382 GWH, dengan perkiraan penghematan BBM sebesar 821.962.845 KLiter dan menekan emisi CO2 2.110.859 ton

BACA JUGA:   Gandeng Asosiasi Puskesmas, DMMX Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan Kabupaten Bekasi

Wind Hybrid Power Generation, Market Development Initiatives (WHyPGen-BPPT) adalah  proyek nasional. Proyek ini berlangsung dalam kerjasama antara UNDP Indonesia dengan BPPT. Tujuannya adalahuntuk mendorong aplikasi komersialisasi pembangkit listrik tenaga hybrid di Indonesia, dengan mengandalkan angin sebagai basis utama sumber energi. Proyek yang didanai oleh GEF ini diharapkan memberi solusi bagi peningkatan rasio ketersediaan listrik nasional, sekaligus pengembangan energi ramah lingkungan. (*)

Tags: Andika PrastawaWhyPgen
Previous Post

Buku Hotel Brand Bites, Menantang Norma Merek

Next Post

Dubes Perancis Pantau Modernisasi Teknologi BMKG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR