TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Agro Nasional Didorong Go Regional

Nurdian Akhmad
10 November 2020 | 11:21
rubrik: Business Info
Garudafood dan Perusahaan AS Berpatungan

Produk Garudafood (Sumber Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness – Industri agro saat ini menjadi prioritas pemerintah untuk bisa dikembangkan karena prospeknya cukup tinggi dengan memperkuat seluruh rantai pasok industri hulu hingga hilir. Pengembangan industri agro didukung pasar domestik yang besar dan sumber daya pertanian yang berlimpah sebagai sumber bahan baku industri agro dalam negeri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perubahan pola konsumsi konsumen yang cenderung beralih ke makanan kemasan modern serta munculnya pemain-pemain industri agro nasional meningkatkan daya saing di tingkat global. Dengan peluang itu, Indonesia didorong menjadi pemain terkemuka di pasar regional.

 “Dengan strategi utama melalui peningkatan ekspor produk industri agro serta mengurangi ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong, dan barang modal,” ujar Agus melalui keterangan tertulis, Selasa (10/11/2020).

Langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan ekspor di sektor industri agro terutama penguatan kemampuan industri agro secara menyeluruh dengan fokus pada perbaikan sektor hulu pertanian. Menurut Agus, penerapan sektor pertanian dan industri agro dengan teknologi industri 4.0 juga perlu dilakukan.

“Meningkatkan efisiensi value-chain dengan membangun jaringan cold-chain yang lebih baik, serta peningkatan produksi industri agro modern dengan inovasi produk didukung dengan insentif super deduction tax untuk Research and Development (R&D),” tutur Agus.

Di samping itu, lanjutnya, juga dilakukan upaya untuk memperkuat daya saing produk industri agro dari segi kualitas, harga, dan kemampuan delivery dalam rangka memenuhi pasar ASEAN dan global. Selain itu upaya jangka pendek yang dilakukan yakni meningkatkan kemampuan SDM, teknis dan teknologi industri agro guna memperkuat kemampuan produksi nasional.

 “Pada 2020-2022 sektor industri agro yang akan didorong penurunan impornya adalah industri pengolahan susu, industri pengolahan buah, industri gula berbasis tebu, dan industri kertas sebesar 20,54 persen atau senilai Rp 32.862,35 miliar,” ungkap Agus.

BACA JUGA:   Industri Agro Tampung Lebih dari 9,37 Pekerja

 Penambahan produksi untuk keempat jenis produk tersebut diproyeksikan mencapai angka perdagangan hingga Rp 120.019,81 miliar atau naik 35,29 persen dibandingkan 2019. Langkah selanjutnya mendorong realisasi investasi sebanyak 25 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp 30 triliun.

Tags: industri agro
Previous Post

Tiga Hal yang Melahirkan Pahlawan

Next Post

Merger Bank Syariah BUMN Pacu Infrastruktur Kawasan Industri Halal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR