Jakarta, TopBusiness – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparkeraf) Sandiaga S Uno hadir dalam webinar atau dialog nasional online yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Kamis (19/5/2022) itu.
Dalam acara webinar LKN yang bertajuk ‘Standar Sustainable Nusantara Menuju UKM Pariwisata Maju dan Mandiri’ itu, Sandiaga menyampaikan apresiasinya kepada penyelenggara atas kontribusinya kepada sector usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab, kata dia, selama ini sector UMKM adalah salah satu penopang perekonomian.
“Sektor UMKM kita memiliki potensi besar dan telah menjadi semangat kita selama ini. Dan berkontribusi menciptakan peluang ekonomi mencapai 37% dari total lapangan kerja di Indonesia. Pelaku UMKM juga merupakan penggerak ekonomi nasional,” tandas Sandi di acara itu.
“Untuk itu, Menparekraf sangat mengapresiasi adanya gerakan dari LKN ini sebagai salah satu lembaga independen para professional dan asosiasi non partisan dalam menginisasi terbentuknya jaringan nasional Produk Cerdas Berkelanjutan (PCB),” lanjut dia.
Acara webinar tersebut, di mata Sandi, bisa menjadi acara untuk merumuskan standar-standar untuk UMKM ke depan. “Para pembicara bisa merumuskan dalam acara Standar Sustainable Nusantara Menuju UKM Pariwisata Maju dan Mandiri ini, sehingga diharapkan (acara ini) menjadi langkah strategis untuk UMKM di Indonesia ke depan. Selamat dan sukses untuk acara dialog dari LKN ini,” tandasnya.
“Saya berharap acara ini akan memberikan dampak positif bagi kebangkitan ekonomi kreatif, terutama bagi UMKM di sektor pariwisata,” katanya mengakhiri.
Sebelumnya, di acara yang sama, Ketua LKN, Samsul Hadi menyampaikan harapannya sector pariwisata bisa maju dan mandiri, termasuk para pelaku UMKM-nya setelah dua tahun dihantam badai Covid-19. Apalagi memang sector pariwisata ini sangat terkait dengan UMKM. “Sektor pariwisata tak bisa berdiri sendiri tanpa adanya para pelakunya. Dan sebagian besar para pelaku pariwisata adalah para pelaku UMKM,” tandas dia.
Untuk itu, Samsul berharap, sektor pariwisata dan UMKM itu akan kembali berkembang dan perlu dukungan dari pemerintah, terutama dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) serta Kemenparekraf.
“Dan kalau kita bisa sinergikan ini sangat bagus sekali. Sebab para UMKM ini butuh banyak dukungan. Salah satunya untuk peningkatan kualitas. Karena selama ini salah satu kelemahan UMKM kita soal kualitas produk. Makanya, LKN bisa bersinergi dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) atau dengan Kementerian yang terkait. Sebab dengan sineri tersebut, kelemahan itu bisa diatasi,” jelas Samsul.
Dia memberi contoh, terkait kesulitan UMKM atau UKM dalam melakukan ekspor. Biasanya, ketika mereka sudah meningkatkan kualitas produknya, pasar sudah ada, begitu mau ekspor langsung bingung. “Gimana caranya agar mereka bisa eksport. Dan juga agar para UMKM atau UKM ini bias menjadi pemicu atau percepatan ekonomi, dan larinya Indonesia ini bisa dirasakan oleh mereka juga. Makanya gerakan ini (Gerakan LKN PCB) bisa menjadi gerakan bersama untuk menuju cita-cita Indonesia,” tandas Samsul.
Pada webinar kali ini, Ketua LKN dan Menparekraf tersebut menjadi keynote speaker. Adapun acara ini diisi oleh sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Seperti Asdep Kemitraan dan Perluasan Pasar KemenKop UKM, Fixy; Ketua Jarnas PCB-LKN sekaligus mantan Kepala BSN, Prof. Bambang Prasetya; dan Indah Kembang Lia, SE dari LKN. Dan sebagai pembahasnya adalah Dr. Ing. Pundji Untoro selaku Komite KBMM LKN. Dengan dimoderatori Lutfi Handayani MBA, Humas LKN sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Top Business.
FOTO: Istimewa
