TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Emiten ISAP Melantai di BEI, Jadi yang ke-58

Busthomi
9 December 2022 | 14:04
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), perusahaan yang bergerak dalam bidang Industri mesin dan perkakas mesin untuk pengerjaan logam baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ISAP.

Aksi korporasi perseroan itu dilakukan melalui skema Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 1.500.000.000 saham, besaran saham itu setara dengan 37.31% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan harga saham Rp96setiap lembar saham. Perseroan menunjuk PT UOB kay Hian Sekuritas sebagai underwriter.

Asrullah, Direktur Utama Perseroan menjelaskan, langkah perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO bagian dari strategi meningkatkan pendanaan dalam bentuk modal kerja dan tata kelola perusahaan yang lebih baik lagi.

“Selain itu juga untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri dimana dana yang diperoleh dari IPO digunakan untuk lokalisasi produk yang awalnya di lakukan import oleh pelanggan perseroan,” kata dia, Jumat (9/12/2022).

ISAP menggelar proses IPO pada 1-7 Desember 2022. Saham PT Isra Presisi Indonesia Tbk mendapatkan minat cukup positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik.

 “Minat investor sangat tinggi, dengan melihat prospek bisnis Isra Presisi  yang sangat gemilang, mengalami pertumbuhan  signifikan tiga tahun terakhir dan terbukti  bisa ekspansi di saat pandemi Covid-19,” katanya.

Hal tersebut terbukti, di tahun ini perseroan malah kebanjiran order baik pesanan dari pelanggan komponen otomotif, non otomotif maupun alat berat, bahkan sudah masuk ke komponen elektronik.

Dari aksi korporasi tersebut, perseroan bakal mendulang dana hasil IPO mencapai Rp144 miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sekitar Rp35 miliar sebagai modal kerja.

BACA JUGA:   BEI: IHSG Alami Perubahan 0,59% untuk Periode 15-19 Desember

“Dalam hal ini untuk pembuatan mould, dies, checking fixture produk aksesoris mobil after market (body kit, cover handle, garnish list Toyota, Daihatsu, Suzuki) dan aksesoris motor after market yang dikerjakan di PT Cakrawala Maju Sejahtera,” katanya.

Selain itu, sebesar Rp34,5 miliar juga akan digunakan untuk modal kerja sama seperti yang di atas, hanya untuk kendaraan Honda dan Suzuki serta dikerjakan di PT Milenium Multiguna Mandiri. Lalu senilai Rp 34,9 miliar akan digunakan sebagai modal kerja untuk pembuatan hal yang sama, hanya untuk Nissan dan Mitsubishi, serta dikerjakan di PT Aristo Satria Mandiri Indonesia.

“Adapun sebesar Rp35,6 miliar akan digunakan untuk modal kerja dalam pembuatan ball screw, bearing spindle, arbor BT 50, arbor BT40, cutting tools, conrod screw yang dikerjakan di PT Techno Shouko Indonesia dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja operasional perseroan yaitu pembelian bahan baku, bahan pembantu, listrik dan pembayaran gaji karyawan,” jelasnya.

Perseroan didirikan pada tahun 2011 dengan kegiatan usaha yang telah dijalankan perseroan saat ini adalah industri mesin dan perkakas mesin untuk pengerjaan logam: pembuatan dies, mold, precision part, jig checking fixture dan stamping part untuk komponen industri otomotif dan non otomotif.

Adapun untuk kinerja perseroan sampai dengan Mei 2022 mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang bagus. Asrullah pun optimis dengan prospek industri mesin perkakas (dies, mould, jig cheking fixture, precision part dan stamping part) produk otomotif maupun non otomotif yang dijalankan perseroan saat ini.

Lebih lanjut, kata Asrullah, hal ini dengan melihat dari jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia yang setiap tahun mengalami peningkatan, serta industri non tomotif (alat berat) yang mengalami peningkatan permintaan tahun 2022.

Tags: beiipoISAPlistingPT Isra Presisi Indonesia Tbk
Previous Post

Gaungkan Transisi Energi, Pertamina Gelar Diskusi dan Paparkan Kajian Kebutuhan Energi

Next Post

Ekspor Industri Mainan: Naik 29,83%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR