Jakarta, TopBusiness – Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (IDX: CLEO), optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan sepanjang 2026 meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi. Keyakinan tersebut ditopang oleh daya beli masyarakat yang dinilai masih terjaga serta prospek industri AMDK yang terus bertumbuh.
CEO PT Sariguna Primatirta Tbk, Melisa Patricia, mengatakan daya beli masyarakat yang masih tumbuh menjadi faktor penting dalam menopang kinerja industri konsumsi, termasuk AMDK.
“Daya beli masyarakat yang tetap terjaga merupakan kunci pembuka bagi pintu pertumbuhan dalam industri apa pun. Perseroan juga melihat bahwa dari tahun ke tahun industri AMDK konsisten bertumbuh. Oleh karenanya, sekalipun ketidakpastian ekonomi tetap menjadi tantangan yang nyata, tetapi CLEO tetap optimistis akan tetap bisa meraih kinerja penjualan positif tahun ini,” kata Melisa dalam keterangannya, Selasa (2/5/2026).
Menurutnya, data daya beli masyarakat hingga April 2026 yang masih berada pada kisaran 5,61% menjadi landasan optimisme Perseroan dalam memandang prospek usaha tahun ini.
Di sisi industri, pertumbuhan pasar AMDK nasional juga dinilai masih menjanjikan. Industri ini tercatat mampu tumbuh secara konsisten di kisaran 5% hingga 8% per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan masyarakat terhadap produk air minum dalam kemasan masih kuat dan berpotensi terus meningkat.
Optimisme tersebut juga didukung oleh capaian kinerja Perseroan pada awal tahun. CLEO membukukan penjualan sebesar Rp774,4 miliar pada kuartal pertama 2026 atau meningkat 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih konsolidasi tercatat mencapai Rp122,6 miliar atau tumbuh 5,2% secara tahunan.
Melisa menuturkan, pertumbuhan kinerja tersebut tidak hanya berasal dari satu lini usaha, tetapi ditopang oleh seluruh segmen bisnis yang dimiliki perusahaan.
“Yang membuat kami semakin optimistis dalam memandang prospek tahun ini adalah fakta bahwa pertumbuhan kinerja yang solid ini didorong seluruh segmen bisnis Perseroan,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan, CLEO memilih tetap menjalankan strategi ekspansi di tengah tantangan ekonomi. Ekspansi dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan jaringan distribusi, serta pengembangan produk baru.
Tahun ini, kapasitas produksi perusahaan akan bertambah dengan beroperasinya tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Pabrik di Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026, sedangkan pabrik di Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026.
Keberadaan tiga fasilitas produksi baru tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi sekaligus memperkuat posisi CLEO di berbagai wilayah Indonesia.
Selain memperluas kapasitas produksi, perusahaan juga terus mendorong inovasi produk guna menjangkau segmen pasar yang lebih beragam. Strategi diversifikasi produk dinilai penting untuk meningkatkan penetrasi pasar dan memperkuat daya saing di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, CLEO akan meluncurkan produk premium terbaru, yakni Cleo Platine Water Glass 750 ml dan Cleo Platine Sparkling Water Glass 750 ml. Kedua produk tersebut menyasar segmen special outlet, restoran premium, hotel, serta pasar premium lainnya dan resmi diperkenalkan pada 30 Mei 2026.
Dengan kombinasi ekspansi kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta inovasi produk, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan meningkatkan kinerja sepanjang tahun ini.
