TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

EBC Financial Group Sebut AI Ubah Industri dan Redefinisi Ekonomi Global

Busthomi
1 December 2024 | 13:47
rubrik: Ekonomi
EBC Financial Group Sebut AI Ubah Industri dan Redefinisi Ekonomi Global

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah industri dan mendefinisikan ulang ekonomi global, yang memicu kegembiraan sekaligus kehati-hatian.

Bagaimana bisnis dapat memanfaatkan potensinya sembari menghadapi tantangan? Dalam wawancara TVBS News baru-baru ini, David Barrett, CEO EBC Financial Group (UK) Ltd, membahasnya  dengan menawarkan wawasan baru tentang pengaruh AI pada pasar tenaga kerja, rintangan monetisasi, dan perannya sebagai pendorong inovasi industri.

Perspektif Barrett yang berwawasan ke depan memberikan peta jalan untuk memahami teknologi transformatif ini dan implikasi jangka panjangnya bagi perekonomian di seluruh dunia.

Menepis kekhawatiran umum tentang hilangnya pekerjaan secara meluas, Barrett menekankan bahwa AI saat ini mendorong pertumbuhan di berbagai industri alih-alih menggantikan pekerja.

“Sektor teknologi tengah berlomba untuk tetap kompetitif selama ledakan AI ini, berinvestasi besar-besaran pada pusat data, bakat, dan teknologi chip mutakhir,” jelasnya, dalam keterantan resmi yang diterima media, Minggu (1/12/2024).

Investasi ini telah memicu inovasi dan menciptakan peluang baru dalam berbagai industri seperti manufaktur canggih dan infrastruktur data. Barrett juga menunjukkan bahwa AI masih dalam tahap awal adopsi, dan ekonomi global tengah menyaksikan siklus pertumbuhan alih-alih gangguan pasar tenaga kerja yang dikhawatirkan.

“Ini adalah sektor muda,” katanya. “Fase saat ini adalah tentang ekspansi dan inovasi, bukan dampak negatif yang sering dispekulasikan.”

Lebih jauh ditegaskannya, teknologi AI masih dalam tahap awal dan sering kali tidak memiliki nuansa yang dibutuhkan untuk topik yang rumit atau teknis. Disebutnya, sudah banyak contoh-contoh ketika produk yang terburu-buru dipasarkan telah mengorbankan kualitas.

Barrett pun mengakui ada nyajebakan adopsi AI awal, mengutip contoh kesalahan dalam aplikasi yang rumit, sambil menyampaikan contoh seorang pengacara AS yang kasusnya ditolak dari pengadilan karena referensi yang dihasilkan AI yang salah dan tidak benar.

BACA JUGA:   BI Dicap Terhebat Kelola Devisa di Asia Tenggara, Ini Indikatornya

Meskipun AI efektif dalam pengambilan informasi umum, ia berjuang dengan spesifisitas dan akurasi dalam bidang-bidang yang bernuansa, seperti peraturan perundang-undangan. Untuk saat ini, kemampuannya masih terbatas tetapi menjanjikan seiring dengan kematangan teknologi.

“AI unggul dalam pengambilan informasi umum tetapi berjuang dengan topik-topik yang bernuansa dan rumit secara teknis. Ini adalah pengingat bahwa teknologi ini masih dalam tahap pertumbuhan,” katanya.

AI Picu Fenoman Gelembung Dot-Com?

Dengan pengembangan AI yang saat ini, sepertinya mengingatkan pada kejadian ledakan teknologi sebelumnya, Barrett menekankan bahwa meskipun manfaat jangka panjang AI jelas, jalannya bukannya tanpa tantangan.

“Adopsi massal sangat penting bagi AI untuk membenarkan tingkat investasinya saat ini,” jelas Barrett. “Tanpa integrasi yang luas, banyak Perusahaan –terutama yang memiliki neraca yang lebih kecil– akan kesulitan karena beban biaya awal yang signifikan dan pengembalian yang tertunda,” sambungnya.

Ia menunjukkan bahwa monetisasi masih sulit dipahami bagi banyak orang di sektor ini, yang menggarisbawahi perlunya strategi investasi berkelanjutan dan inovasi kolaboratif.

Sementara kehebohan seputar AI mungkin menarik perbandingan dengan gelembung dot-com, Barrett menekankan bahwa potensi jangka panjang sektor ini tidak dapat disangkal, asalkan fokusnya tetap pada skalabilitas dan pertumbuhan yang bertanggung jawab.

Sementara secara kawasan, kata David Barrett, AI relevan bagi perekonomian di kawasan Asia-Pasifik, tempat industri seperti semikonduktor dan elektronik memegang peranan penting. Ia menekankan bahwa kemajuan di sektor-sektor ini, yang didorong oleh AI, dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan inovasi yang signifikan.

Barrett juga menyoroti potensi kolaborasi di kawasan tersebut untuk mengatasi tantangan keberlanjutan dan memanfaatkan keahlian bersama dalam integrasi AI. “Sehingga hal ini menciptakan ekosistem yang lebih tangguh dan kompetitif,” pungkas dia.

Tags: EBC Financial Groupekonomi globalkecerdasan buatanteknologi AI
Previous Post

FIFGROUP Torehkan Prestasi di Ajang Top 100 CEO dan The 200 Future Leaders 2024

Next Post

Kementerian PU Tuntaskan Penataan Pulau Penyengat di Kepri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR