Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (11/12/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup melemah pada Selasa (10/12). Dow -0,35%, S&P 500 -0,30%, Nasdaq -0,25%. Saham AS turun pada hari Selasa diakibatkan investor berhati-hati menjelang laporan inflasi konsumen yang dinantikan dan penting untuk menentukan arah suku bunga.
Pasar komoditas cenderung ditutup mixed pada Selasa (10/12). Minyak WTI +0,62% ke USD 68,6/bbl, minyak Brent +0,15% ke USD 72,06/bbl, batu bara -0,22% ke USD 133,5/ton, CPO -3,18% ke MYR 4.955, dan emas +1,29% ke USD 2.694/toz.
Bursa Asia cenderung menguat pada Selasa (10/12). Hang Seng -0,50%, Nikkei +0,53%, dan Shanghai +0,59%.
IHSG ditutup di level 7.453,3 (+0,21%), dengan net buy asing sebesar Rp 84,2 miliar; net buy Rp 50,0 miliar di pasar reguler, dan net buy Rp 34,2 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 123,2 miliar), disusul ANTM (Rp 74,8 miliar), dan ASII (Rp 67,6 miliar). Net sell asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 149,1 miliar), disusul BMRI (Rp 115,8 miliar), dan AADI (Rp 96,3 miliar). Top leading movers adalah AMRT, BREN dan BRMS, sedangkan top lagging movers adalah TPIA, BMRI, dan BBRI.
Kospi (-0,36%) dan Nikkei (-0,02%) dibuka melemah pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, didukung oleh sentimen yang beragam dari pasar regional dan komoditas,” demikian tertera di website.
