TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diliputi Peluang Skenario Hitam dan Merah

Agus Haryanto
24 December 2024 | 06:42
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia diliputi peluang skenario hitam dan merah.

Melalui mncsekuritas.id, riset MNCS Daily Scope Wave 24 Desember 2024, memperlihatkan bahwa IHSG menguat 1,61% ke 7.096 dan didominasi oleh volume pembelian, pergerakan IHSG pun mulai menutup area gapnya. Kami memperkirakan adanya peluang IHSG membentuk dua skenario, dimana pada skenario hitam, IHSG saat ini sedang membentuk bagian dari wave C dari wave 2, sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke rentang 6.835-6.922. Namun pada skenario merah, IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave 1, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 7.217-7.394 dengan catatan IHSG mampu bertahan di atas 6.931.
Support: 6.951, 6.843
Resistance: 7.118, 7.263

AMRT – Buy on Weakness
AMRT menguat 5,76% ke Rp2.940 didominasi oleh volume pembelian, penutupannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA200. Saat ini, posisi AMRT diperkirakan sedang berada di awal wave B.
Buy on Weakness: Rp2.870-2.900
Target Price: Rp3.090, Rp3.200
Stoploss: below Rp2.850

BBNI – Buy on Weakness
BBNI menguat 2,82% ke Rp4.380 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mulai untuk menutup area gap terdekatnya. Selama masih mampu berada di atas Rp4.260 sebagai stoplossnya, maka posisi BBNI saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [ii].
Buy on Weakness: Rp4.310-4.360
Target Price: Rp4.490, Rp4.640
Stoploss: below Rp4.260

INDF – Buy on Weakness
INDF menguat 1,31% ke Rp7.725 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas Rp7.550 sebagai stoplossnya, maka posisi INDF diperkirakan sedang berada pada bagian awal wave (b).
Buy on Weakness: Rp7.600-7.700
Target Price: Rp7.825, Rp8.025
Stoploss: below Rp7.550

BACA JUGA:   Pada Penutupan Perdagangan, IHSG Anjlok

INDY – Spec Buy
INDY menguat 2,27% ke Rp1.350 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mulai menutup area gap-nya. Selama masih mampu berada di atas Rp1.305 sebagai stoplossnya, maka posisi INDY saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave 1 dari wave (3).
Spec Buy: Rp1.330-1.350
Target Price: Rp1.405, Rp1.465
Stoploss: below Rp1.305 per unit saham.

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Info Terkini Ruas Tol Hutama Karya

Next Post

Likuditas Ekonomi di November: Rp9.175 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR