TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Produksi TBS PT EHP Akan Meningkat Tahun 2018

Achmad Adhito
5 May 2017 | 21:02
rubrik: Capital Market

Jakarta—Tahun depan produksi  PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) meningkat dengan mulai berproduksinya pabrik barunya di Kabupaten Keerom, Papua, maka EHP akan menghasilkan 2,85 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahunnya.

 

Pabrik baru yang merupakan PKS ke-9 ini memiliki kapasitas 45 ton TBS per jam atau 270 ribu ton TBS per tahun. PKS yang di bangun di lokasi kebun Perseroan ini bisa ditingkatkan  hingga berkapasitas 90 ton TBS per jam. Sebelumnya Perseroan telah memiliki delapan unit PKS yang tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Sekretaris Perusahaan PT EHP, Deddy Setiadi menyatakan, Penambahan pembangunan PKS ini sebagai upaya Perseroan mengoptimalkan hasil produksi TBS sehubungan dengan bertambahnya pokok kelapa sawit yang memasuki usia tanaman menghasilkan, terang Deddy usai RUPS dan paparan public kemarin, dalam siaran persnya.).

 

Deddy menambahkan, Bahkan terdapat sekitar 94% dari total lahan tertanam EHP yang masuk di usia tanaman menghasilkan pada tahun ini. Saat ini EHP memiliki total lahan tertanam seluas 153 ribu Ha atau seluas dua kali luas Singapura, dan 50% di antaranya telah masuk pada usia prima pada 2017 ini.  Adapun usia rata-rata tanaman Perseroan pada tahun ini adalah 8,4 tahun.

 

“Dengan semakin luas areal tertanam yang memasuki usia tanaman menghasilkan, dan kondisi cuaca yang terus membaik sejak kuartal empat 2016, diharapkan mendorong peningkatan produksi TBS di masa mendatang,” tegas Deddy.

 

Hingga akhir kuartal satu tahun ini, EHP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp839 miliar atau meningkat 35% dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp616,7 miliar.

BACA JUGA:   Aksi Beli Lanjutan di Akhir Pekan

 

“Bahkan EHP berhasil mencatat EBITDA sebesar Rp267,7 miliar atau meningkat 86% dibanding kuartal satu 2016 yang sebesar Rp143,8 miliar.  Kenaikan EBITDA ini salah satunya didukung oleh harga jual yang membaik,” kata Deddy. Namun, lanjutnya, EHP masih membukukan rugi bersih sebesar Rp18,4 miliar pada kuartal satu ini, atau lebih kecil dibanding pencatatan rugi bersih pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp67,6 miliar.

 

Kendati demikian, Deddy tetap optimis  EHP akan mampu mencatat peningkatan kinerja dengan berbekal makin bertambah luasnya areal tanaman menghasilkan, didukung dengan membaiknya cuaca dan meningkatnya harga minyak kelapa sawit.

 

“Kami tetap optimis kinerja EHP makin meningkat dengan dukungan beberapa faktor yaitu peningkatan kapasitas PKS, penambahan luasan tanaman menghasilkan dan cuaca yang membaik serta harga jual yang terus meningkat,” katanya. Apalagi EHP, seperti tahun lalu, saat ini fokus pada aset yang ada dan tidak melakukan penanaman baru.

 

Selain itu, EHP terus meningkatkan perhatian terhadap keberlanjutan usaha dengan menambah sertifikasi ISPO. Pada tahun ini ada beberapa anak usaha di regional Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang sedang proses dalam rangka memperoleh sertifikat ISPO ini.

 

 

Sebelumnya, EHP telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan putusan-putusan antara lain para pemegang saham menerima dan menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan direksi dan laporan pengawasan oleh dewan komisaris perseroan. Pemegang saham juga menyetujui Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2016 kepada para Pemegang Saham.

 

Disamping itu juga telah disetujui adanya perubahan susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan. Dengan susunan dewan komisaris adalah Ali Abbas Alam sebagai Komisaris Utama, Datuk Muzzamil Mohd Nor sebagai Wakil Komisaris Utama, Andrew Haryono sebagai komisaris, Nanan Soekarna dan Yohanes Wahyu Saronto sebagai komisaris independen. Adapun susunan direksi adalah Nicolaas B Tirtadinata sebagai Direktur Utama, Deddy Setiadi, Denys Collin Munang dan Henderi Djunaidi sebagai direktur, dan Yap Tjay Soen sebagai direktur independen. (Albarsah)

BACA JUGA:   PDAM Gorontalo: Pelanggannya Terus Naik

 

Previous Post

Warung Digital M-Cash Incar Rp250 Miliar Lewat IPO

Next Post

Transaksi BEI Pekan Tumbuh 14,02% Menjadi 337 Ribu Kali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR