Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (8/1/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Selasa (07/01). Dow -0,42%, S&P 500 -1,11%, dan Nasdaq -1,89%. Saham AS berbalik melemah setelah sempat menguat karena investor berhati-hati menilai data ekonomi baru, sementara Nvidia (NVDA) turun dari rekor tertingginya meski memiliki rencana besar untuk AI.
Pasar komoditas bergerak cenderung menguat pada Selasa (07/01). Harga minyak WTI +0,94% ke level USD 74,25/bbl, harga minyak Brent +1,39% ke level USD 77,25/bbl, harga batubara -1,21% di level USD 118,30/ton, dan CPO +0,71% ke level MYR 4.373. Harga emas terpantau menguat 0,46% ke level USD 2.648/toz.
Bursa Asia ditutup cenderung menguat pada Selasa (07/01). Kospi +0,14%, Hang Seng -1,22%, Nikkei +1,97% dan Shanghai +0,71%.
IHSG ditutup menguat tipis 0,04% ke level 7.083,3. Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 678 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 535,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 142,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 249,9 miliar), BBCA (Rp 249,1 miliar), dan TLKM (Rp 75,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BREN (Rp 124 miliar), RAJA (Rp 68,3 miliar), dan AMMN (Rp 25,4 miliar). Top leading movers emiten BREN, AMMN, ASII, sementara top lagging movers emiten TLKM, BBRI, BBCA.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,20%, tetapi Nikkei tercatat melemah 0,65%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways, di tengah sentimen beragam dari pasar AS, komoditas dan Asia,” demikian tertera di website.
