Jakarta—Layanan aplikasi transaksi digital bernama PayPro, mulai dioperasikan. Merupakan aplikasi berbasis smart phone, PayPro memungkinkan pengguna cukup mendaftarkan nomor telepon seluler (ponsel) tanpa harus menggunakan rekening bank.
“Kami menargetkan mendapat tujuh juta pengguna di tahun 2017 ini,” kata Direktur PayPro, David Santoso, di Jakarta hari ini.
Dia mengatakan, jumlah pengguna ponsel di Indonesia jauh lebih besar daripada tujuh juta tersebut. Maka dari itu, ke depan, pengguna PayPro akan terus membesar.
“Selain berbasis smart phone, ada juga aplikasi PayPro yang berbasis kartu,” kata David.
Sementara, Chief Marketing Officer PayPro, Heidi Bokau, mengatakan bahwa pihaknya punya strategi untuk mendapatkan tujuh juta pengguna tersebut. Antara lain, menggelar kerja sama dengan banyak pihak ataupun merchant seperti Kereta Api Indonesia (KAI) untuk penumpang commuter line; Indomaret; The Coffe Bean; Alfamart; Lawson; dan lain-lain.
“Jadi, yang konsumennya banyak, kami incar. Kami mendeteksi jaringan yang mampu mendatangkan pengguna dengan cepat bagi PayPro,” Heidi menambahkan.
Heidi lantas mengatakan bahwa dengan PayPro, konsumen mendapatkan banyak fungsi hanya dalam satu aplikasi. Itu antara lain mentransfer uang, menarik tunai uang, membayar telepon, tiket kereta api, dan lain-lain. “Jadi, tidak perlu repot-repot berkali-kali ke ATM,” kata dia.
Fitur-fitur di PayPro akan terus dikembangkan dan terus ditambah. Adapan top up saldo bisa dilakukan di sejumlah tempat seperti Alfamart, Indomaret, ATM, mobile banking, dan lain-lain. (Dhi)
Sumber Foto Gerai PayPro: Dhi/BusinessNews Indonesia
