Jakarta, TopBusiness—Dalam lanskap bisnis yang terus bergerak seperti saat ini, untuk menjadi yang terdepan adalah sebuah perjuangan tiada henti. Perusahaan menghadapi berbagai tantangan operasional.
“Christina Ng, Head of Facilities Management Colliers, mengatakan, “Dalam dunia Corporate Real Estate (CRE) yang dinamis, untuk mengatasi tantangan yang ada, tim CRE dapat mengadopsi teknologi dan analitik data,” kata dia hari ini dalam riset terbaru yang diterima redaksi situs internet ini.
Saat ini, kata dia, tantangan operasional yang dihadapi adalah: mengelola sejumlah besar aset yang tersebar di berbagai lokasi; kemampuan untuk mengukur kinerja tim CRE secara akurat dalam mengelola properti; memastikan standar yang konsisten; melacak jejak karbon perusahaan; menyeimbangkan pengeluaran dengan pencapaian hasil yang optimal.
Kata dia, memanfaatkan teknologi dan analitik data dapat meningkatkan kemampuan untuk melacak dan menganalisis kinerja. Alat seperti perangkat lunak manajemen pemeliharaan, dapat memberikan insights secara langsung dan memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih terinformasi.
Guna mengukur seberapa baik kinerja tim CRE, mereka perlu mengandalkan masukan dari penyewa dan divisi lainnya. Bayangkan apabila terdapat sebuah sistem tunggal yang mengintegrasikan semua fungsi dan menawarkan pandangan menyeluruh dan memonitor atas seluruh operasi.
“Peran Computerized Maintenance Management Systems (CMMS) menjadi semakin penting untuk manajemen fasilitas yang efisien dan efektif,” kata dia.
CMMS dapat meningkatkan efisiensi kerja, meningkatkan kualitas kerja, dan lain-lain.
Menjelajah menuju transformasi digital sangat layak untuk diupayakan. Ketika seluruh pihak yang berkepentingan terbiasa dengan sistem yang ada, proses bisnis menjadi lebih efisien dan efektif, sehingga mengarah pada peningkatan efisiensi yang signifikan.
Meskipun menantang, transisi menuju budaya kerja digital pada akhirnya membawa manfaat yang signifikan. “Transformasi ini tidak hanya meningkatkan kinerja operasional tetapi juga memberikan pengembalian investasi yang substantial,” kata Christina.
