Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah Genteng Kabupaten Banyuwangi atau RSUD Genteng mewujudkan strategi bisnis dalam rangka menciptakan nilai ekonomi berupa pendapatan keuangan. Selain, diharapkan mampu meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya pasien secara maksimal.
Saat memberikan pemaparan materi presentasi berjudul ‘Tata Kelola dan Digitalisasi Dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan RSUD Genteng, Direktur dr. Siti Asiyah Anggraeni menyinggung terkait dengan strategi bisnis yang dilakukan oleh rumah sakit.
“Rencana strategi bisnis RSUD Genteng yang pertama adalah pengembangan produk. Kami Alhamdulillah, setiap tahun, membuat mengembangkan produk untuk meningkatkan pendapatan dari RS,” kata dia kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025 yang berlangsung di Jakarta, melalui aplikasi zoom meeting online di Jakarta, hari ini.
dr. Asiyah menyebutkan strategi nomor dua dan tiga. “Kemudian, market development. Kami mengembangkan pasar. Meskipun RS daerah, kami tetap harus mengembangkan pasar. Di luar sana, RS Tipe C yang ada di Kab. Banyuwangi terdiri dari 13 RS, 8 itu adalah RS Tipe C, sehingga kami tetap harus berkompetisi dengan RS Tipe C yang semuanya adalah swasta. Nah RSUD Genteng ini adalah satu-satunya RS Daerah yang tipe C. Ketiga, kami melakukan integrasi horizontal melalui kerja sama dengan stakeholder yang tepat,” ungkap dr. Asiyah.
Lebih jauh lagi, dirinya merinci terkait poin-poin dalam strategi bisnis RSUD Genteng. “Seperti yang sudah saya sampaikan tadi. Strategi bisnis yang ada di RSUD Genteng yaitu product development, market development, dan horizontal integration. Dimana product development ini, kami merekrut pegawai sesuai dengan rencana pengembangan RSUD,” ujar dia.
Bahkan, lanjutnya, RSUD Genteng terus berekspansi dengan meningkatkan jumlah dokter melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang dimilikinya, sehingga mampu meningkatkan pendapatan. “Untuk tahun ini, kami punya satu dokter yang baru yaitu dokter bedah mulut, dimana dokter bedah mulut ini, dokter gigi yah di Banyuwangi yang organik belum ada. Alhamdullilah ini, kami menyekolahkan. Insya Allah tahun 2025 ini, akan melakukan pelayanan, sehingga bisa meningkatkan pendapatan rumah sakit,” kata dia.
Selain itu, pihaknya pun membagi poli klinik melalui pengadaan ruang selaras dengan penyakit pasien dan kebutuhan.
“Kami juga membuka baru lagi yaitu ESBL (Extended-Spectrum Beta-Lactamases) yaitu pengobatan batu ginjal tanpa operasi dengan menggunakan ESBL. Dan ini untuk RS di Banyuwangi Selatan masih ada di RSUD Genteng. Dengan juga membuka layanan ruang VIP yang baru dengan ada tambahan lagi,” tutur dr. Asiyah.
“Juga kami membuka ruang khusus untuk medical checkup. Kalau dulu paru-paru medical checkup, itu kita gabungkan dengan poli-poli yang lain, sekarang khusus medical checkup. Nah dengan tujuan adalah untuk meningkatkan pendapatan bagi RS,” ujar dia.
dr. Asiyah membeberkan strategi bisnis soal market development. “Kemudian market development, kami membentuk tim sosial media untuk promosi pelayanan RSUD Genteng,” ucapnya.
Dia menjelaskan poin-poin yang mendukung market development melalui pembentukan tim sosial media. Pertama, semua karyawan RSUD Genteng, jika humas membagi soal layanan RS, maka semua wajib untuk repost di sosial medianya masing-masing. “Dengan pegawai yang 500 lebih dan juga keluarganya, kami yakin pelayanan-pelayanan yang ada di RSUD Genteng, itu bisa difungsikan secara luas ke masyarakat,” kata dia.
Poin kedua, pihaknya mendorong semua pegawai share promosi. “Jadi, ini kita wajibkan untuk menjadi marketing melalui share promosi pelayanan RSUD Genteng di sosial media masing-masing,” tutur dia.
Kemudian strategi bisnis terakhir yaitu horizontal integration. Dalam hal ini, pihak RSUD Genteng menjalin komunikasi yang baik dengan instansi lain baik pemerintahan maupun swasta sesuai tugas unit masing-masing. “Jadi, kami mengumpulkan baik itu dari Puskesmas, maupun klinik-klinik. Kita undang ke RSUD Genteng dan diberikan ilmu kepada dokter-dokter mereka. Supaya mengetahui layanan-layanan yang ada di RSUD, sehingga mereka merujuk ke RSUD Genteng,” pungkas dia.
