Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi masih minus.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (12/02/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Bursa saham AS ditutup beragam pada Selasa (11/2): Dow +0,28%, S&P 500 +0,03%, dan Nasdaq -0,36%. Saham AS ditutup bervariasi pada Selasa, dengan investor mencermati perubahan kebijakan tarif yang diumumkan Presiden Donald Trump serta menantikan rilis data inflasi mendatang.
Pasar komoditas cenderung flat pada Selasa (11/2). Minyak WTI +1,38% ke USD 73,32/bbl, minyak Brent +0,91% ke USD 76.77/bbl, batu bara -0,85% ke USD 104,8/ton, dan emas -0,36% ke USD 2.897,9/oz.
Bursa saham Asia ditutup mixed pada Selasa (11/2). Kospi +0,65%, Hang Seng -1,06%, Shanghai -0,12%, dan Nikkei tutup.
IHSG turun 1,75% ke 6.532, dengan net sell asing sebesar Rp 468,9 miliar; Rp -439,8 miliar di pasar reguler, dan Rp -29,1 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 237,3 miliar), disusul BBCA (Rp 119,1 miliar), dan TLKM (Rp 118,7 miliar). Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 212,9 miliar), disusul AMRT (Rp 49,4 miliar), dan BRIS (Rp 40,6 miliar). Top leading movers adalah BBRI, ASII, dan AMRT, sedangkan top lagging movers adalah BREN, TLKM, dan AMMN.
Kospi dibuka melemah (-0,36%) sedangkan Nikkei dibuka menguat (0,65%) pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini, didukung sentimen negatif dari pasar lokal dan regional,” demikian tertera di website.
