Jakarta, TopBusiness – Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Air Limbah Domestik atau disingkat BLUD UPTD PALD Kota Bekasi mengelola dana sisa lebih perhitungan anggaran alias SILPA, demi lebih memajukan kualitas dan kuantitas, serta kontinuitas layanan kepada masyarakat.
Saat memaparkan materi presentasi bertema Peran Digitalisasi Dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik, Pimpinan BLUD UPTD PALD Kota Bekasi, Andrea Sucipto, menjelaskan seputar pemanfaatan alokasi dana yang ditujukan kepada pos-pos pembiayaan yang akan lebih meningkatkan kinerja operasional dan layanan kepada masyarakat.
“Kemudian, pengelolaan dana SILPA. Kita tahun 2023, itu SILPA atas pendapatan kita hampir Rp 2,5 miliar. Kita coba untuk, satu, membelikan alat. Sehingga, kita coba membeli alat baru untuk menaikkan kapasitas. Alhamdulillah, kita mencoba dengan mekanisme pelayanan yang baik sehingga kita mendapatkan hasil,” kata Andrea kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025, yang berlangsung secara online melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu.
SILPA kependekan dari sisa lebih perhitungan anggaran. SILPA secara sederhana dapat dikatakan selisih antara realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran dalam satu periode anggaran.
Dalam pandangan dia, dengan menggunakan alat yang baru akan meningkatkan jumlah cakupan layanan. “Kita membeli alat, sehingga cakupan layanan akan bisa bertambah dan kapasitas pengolahan juga bisa bertambah,” ucapnya.
Selain itu, BLUD pun tak menghilangkan begitu saja talenta-talenta yang selama ini menjadi penggerak operasional. Karena itu, manajemen memberikan pelatihan, dan pendidikan. Dengan itu, diharapkan kompetensi terus bertambah.
“Nah, kemudian sisa yang lain. Kita coba untuk upgrade, teman-teman untuk beberapa pendidikan. Pertama, training untuk K3, kemudian training untuk public service, dan satu lagi training untuk kelistrikan,” tutur Andre.
Bahkan Andrea mengklaim secara alokasi dana bisa dikatakan sesuai dengan kebutuhan. “Jadi ada empat poin, tiga dimana penggunaan dana SILPA untuk peningkatan SDM. Dan satu untuk peningkatan kapasitas pengolahan,” ucap dia.
Selanjutnya, Andrea menguraikan terkait dengan SILPA di tahun lalu yang diprioritas untuk penguatan sistem digitalisasi dengan dibarengi keamanannya. “Nah, untuk SILPA yang tahun 2024, yang akan kami nikmati di tahun 2025 ini. Tentunya kami akan meningkatkan satu, SIM BLUD, kita update secara habis-habisan total. Untuk SIM (sistem informasi manajemen-Red), itu demi mempersiapkan di tahun 2026 untuk menjadi BUMD. Jadi kita siapkan saat ini untuk dasar SIM web base server-nya,” ungkap dia.
Tak terkecuali, pihaknya terus melakukan pengolahan air limbah, dan didaur ulang sehingga bisa dipergunakan kembali.
“Kemudian, untuk penerapan. Kita juga membeli untuk sistem pengelolaan air bersih. Jadi, air limbah itu sesuai dengan rekomendasi dari Pertek (Persetujuan Teknis) untuk pembuangan limbah, itu kami diharuskan untuk recycling. Sehingga, kita mencoba untuk mulai sekarang persiapan tender untuk sistem pengolahan air influence menjadi bersih, bening sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk operasional. Dan operasional tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sumur Batu milik Kota Bekasi,” papar dia.
