Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sanggaran atau Pertamina FT Sanggaran dalam melaksanakan program-program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) mengacu pada ISO 26000 SR yaitu konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat, mempertimbangkan ekspektasi semua stakeholder, taat hukum dan konsisten dengan norma internasional, dan terintegrasi ke dalam kegiatan bisnis.
Demikian disampaikan Dhita Utami sebagai Community Development Officer FT Sanggaran, dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2025, yang berlangsung secara online di Jakarta, Kamis (13/2/2024).
Kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2025, Dhita menyatakan bahwa manajemen berpandangan CSR/TJSL Pertamina merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap dampak yang diakibatkan oleh operasional dan kegiatannya kepada masyarakat dan lingkungan melalui perilaku yang transparan dan beretika. Prinsip-prinsip TJSL Pertamina mengacu pada ISO 26000. “Ini adopsi CSR terhadap ISO 26000 SR. Jadi, kami sudah ada kebijakan untuk CSR sendiri,” ucapnya saat memaparkan materi presentasi bertema ‘Wujudkan Resiliensi dan Sinergi Hijau Pulau Dewata’.
Pertamina FT Sanggaran, mempunyai rumusan tentang pengelolaan TJSL guna mendukung strategi bisnis. “Tujuan strategis program CSR Pertamina adalah meningkatkan reputasi dan kredibilitas Pertamina FT Sanggaran melalui kegiatan TJSL yang terintegrasi dengan strategi bisnis,” kata Dhita.
Diungkapkan dia, untuk mewujudkan tujuan strategis program CSR, Pertamina mengimplementasikan strategi-strategi besar. Misalnya, saling memberi manfaat (fair shared value), berkelanjutan, prioritas wilayah operasi dan daerah terkena dampak, pengembangan energi hijau sebagai tanggung jawab terhadap dampak operasi, sosialisasi dan publikasi yang efektif.
Dhita menjelaskan bahwa Pertamina memfokuskan pelaksanaan CSR guna mendukung pencapaian PROPER dengan mengedepankan aspek lingkungan, baik alam dan masyarakat sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh Dewan PROPER (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia).
Selanjutnya, sinergi dengan tujuan pemerintah dalam upaya pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia, membangun hubungan harmonis dengan berbagai stakeholder yang ada di wilayah pengembangan perusahaan, terciptanya masyarakat yang mandiri dalam meningkatkan taraf hidup dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Dikatakan Dhita, pihaknya telah melakukan kegiatan-kegiatan inisiatif strategi CSR untuk mendukung strategi bisnis berkelanjutan. Seperti, melalui adanya komitmen dan kebijakan CSR di unit Lokasi. Selanjutnya, approaching masyarakat Ring I. “Kemudian, kita juga berkolaborasi dengan LSM, akademisi, UNDP. Selain itu, kami juga mendukung agenda-agenda kenegaraan seperti kemarin, ada G20, IPEF, WWF di Bali,” pungkas dia.
