Jakarta, TopBusiness – PT Air Minum Berkah Banua (Perseroda) kembali terpilih menjadi salah satu kandidat peraih penghargaan TOP BUMD Awards 2025. Penyediaan air minum di Kabupaten Tanah Laut ini terpilih berkat kinerjanya yang secara konsisten mencatatkan kinerja positif dari tahun ke tahun.
Direktur Utama PT Air Minum Berkah Banua, Rudi Syahrinsyah mengungkapkan sejumlah catatan kinerja yang sukses dan mengalami kenaikan, salah satunya yakni meningkatnya jumlah pelanggan (Sambungan Rumah/SR).
“Jumlah pelanggan kami di tahun 2022 itu sekitar 11.832 sambungan langsung. Kemudian di tahun 2023 Alhamdulillah ada peningkatan, SR kita menjadi 12.696. Kemudian di tahun 2024 jumlah langganan semakin meningkat 14.761,” ungkap Rudi saat mengikuti wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 secara daring, Rabu (12/2/2025).
Catatan positif lainnya terjadi pada cakupan layanan yang terus meningkat. Hal ini membuktikan bahwa komitmen layanan PT Air Minum Berkah Banua tak sebatas isapan jempol belaka.
“Cakupan layanan kami 13,8 persen. Kemudian di tahun 2023 cakupan layanan teknisnya 25.63 persen, administrasi menjadi 13,91 persen dari sebelumnya yang lebih rendah. Tahun 2024 cakupan layanan kita Alhamdulillah meningkat juga dan secara administrasi 15,34 persen yang ditargetkan sesuai rencana bisnis kita adalah 15 persen,” katanya.
PT Air Minum Berkah Banua juga mengalami peningkatan pada rata-rata jumlah jam layanan hariannya, dari 17 menjadi 21 jam layanan. Untuk di kota dan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk, PT Air Minum Berkah Banua mengklaim layanan hariannya 24 jam alias non stop. Sedangkan untuk di wilayah terpencil hanya 12 sampai 18 jam per hari karena keterbatasan jarak SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).
“Rata-rata jam layanan perhari kita naik juga dari 17 per hari menjadi 21 jam per hari, namun kita belum 24 karena di beberapa daerah kita yang jauh dari kota jarak terjauh kita dengan SPAM itu ada yang 80 km Pak, dengan jumlah penduduk yang masih minim sehingga masih ada beberapa SPAM yang beroperasi hanya 12 jam atau 18 jam,” beber Rudi.
“Terkait sekali dengan kebutuhan masyarakat di sana sehingga rata-rata jumlah layanan per hari 21 jam. Tapi untuk daerah perkotaan dan kecamatan yang padat penduduk semua sudah 24 jam,” lanjutnya.
Tak hanya itu, selain meningkatnya jumlah layanan, PT Air Minum Berkah Banua juga berhasil mencatatkan kinerja positif terkait tingkat kebocoran air (NRW/Non-Revenue Water) dari 31 persen menjadi 24 persen.
“Tingkat NRW kmai 31,43 persen, Tingkat NRW kita 26,59 persen. (2024) Kemudian tingkat NRW kita adalah 24,63 dan Alhamdulillah terus turun karena Upaya-upaya optimal yang kita lakukan dalam rangka mengelola NRW ini,” kata Rudi.
Tata Kelola SDM
Keberhasil PT Air Minum Berkah Banua dalam meningkatkan layanan tentu tak lepas dari peran sumber daya manusia (SDM) yang menjadi mutu penggerak perusahaan. Sebab itu, PT Air Minum Berkah Banua terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM melalui ragam inovasi seperti Pengembangan Kompetensi dan Pelatihan Berkelanjutan.
“Menerapkan program pelatihan berbasis teknologi misalnya, e-learning atau blended learning yang memungkinkan karyawan untuk terus meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang manajemen air, teknis, dan pelayanan pelanggan,” katanya dalam presentasi.
“Mengikutsertakan seluruh stakeholder dalam pengembangan SDM baik itu Direksi, Dewan Komisaris maupun Karyawan baik itu seminar, workshop, dan pelatihan pada tingkatan pelatihan baik nasional maupun intern perusahaan,” lanjutnya.
Langkah berikutnya yakni, “Menyusun jalur karir yang jelas bagi karyawan, sehingga mereka dapat berkembang dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” paparnya.
Dengan upaya tersebut, PT Air Minum Berkah Banua meyakini visi menjadi Perusahaan yang Sehat, Professional, Kompetitif, dan Memberikan Daya Dorong bagi Peningkatan Perekonomian Daerah serta Berkontribusi Nyata dalam Meningkatkan PAD akan terwujud.
“Sehat dalam artian, sehat pelayanan, sehat sumber daya manusianya, sehat operasionalnya dan sehat secara teknis. Kemudian Profesional, professional ini terkait dengan perusahannya dikelola secara profesional, SDMnya juga secara profesional,” tegasnya.
“Kompetitif artinya, walaupun kita tahu bahwa PDAM hampir tidak ada saingannya tapi kompetif di sini kita mengartikan bahwa kita harus berkompetisi pada diri sendiri ataupun terhadap pihak-pihak lain untuk memberikan nilai yang baik terhadap perusahaan,” imbuhnya.
