Jakarta, TopBusiness – Pemerintah optimistis bisa meraih target transaksi US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 269 triliun (kurs Rp 16.310 per dolar AS) dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.
Pada Trade Expo Indonesia 2024, target transaksi yang kala itu dipatok sebesar US$ 15 miliar. Realisasinya mencapai US$ 22,73 miliar.
“Target transaksi TEI 2025 sebesar US$ 16,5 miliar atau naik 10 persen dari target sebelumnya sebesar 15 miliar dolar AS,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam acara launching TEI 2025 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat yang dikutip, Jumat (21/2/2025).
Untuk target pengunjung TEI 2025, dipatok sebesar 1.500 exhibitor dan dikunjungi oleh 5.000 buyer dari seluruh dunia serta 30.000 visitor.
Pada 2024, penyelenggaraan TEI ke-39 berhasil mencatatkan transaksi sebesar US$ 22,73 miliar diikuti oleh 1.480 peserta dan 41.488 pengunjung baik lokal maupun manca negara.
“Tahun lalu tercapai US$ 22,73 miliar dari target USD 15 miliar, naik 10 persen. Targetnya seperti Pak Menko Airlangga sampaikan, capaian TEI 2025 mudah-mudahan di atas US$ 22 miliar, kami optimistis,” ujar Budi.
Mendag Budi menegaskan, penyelenggaraan TEI merupakan bentuk dukungan Kemendag dan tanpa biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar realisasi total transaksi TEI 2025 bisa di atas US$ 25 miliar. Realisasi transaksi ini berdasar realisasi transaksi TEI 2024 yang mencapai US$ 22,73 miliar. “Kali ini realisasinya bisa di atas US$ 25 miliar ya pak,” katanya.
Menurut Airlangga, ekspor sebagai salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi, perlu dikebut kinerjanya. Hal itu dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto sebesar 8 persen.
Seperti diketahui, penyelenggaraan TEI ke-40 akan dilaksanakan pada tanggal 15-19 Oktober 2025 Bertempat di ICE BSD Tangerang, Banten dengan tema Discover Indonesia’s Excellence Trade Beyond Bounderies.
TEI akan menampilkan berbagai produk Indonesia yang berdaya saing. Penyelenggaraan ini akan dibagi ke dalam tiga zona, di antaranya zona food beverage, and agriculture products, zona manufacture product, serta zona services, lifestyle, dan lainnya.
