Jakarta, BusinessNews Indonesia—IFC, anggota Bank Dunia, telah sepakat untuk menyediakan dana senilai USD 100 juta dalam mata uang rupiah kepada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk. (BTPN), untuk mendukung bank BTPN meningkatkan pinjaman bagi pengusaha kecil, pengusaha perempuan, UKM, dan masyarakat kurang mampu.
Dengan dijalinnya kembali kerja sama antara IFC dan BTPN, yang terjalin sejak tahun 2009, keduanya mengharapkan untuk memerluas akses keuangan di Indonesia. Saat ini hanya 39% dari orang dewasa Indonesia yang memiliki akses keuangan.
“BTPN sudah mengembangkan kemitraan yang sangat kuat dan strategis dengan IFC dalam kurun waktyu hampir delapan tahun, dan kami percaya bahwa hal tersebut telah mendukung BTPN secara signifikan dalam mencapai visinya untuk menjadi bank komunitas prasejahtera produktif di Indonesia,” ujar Arief Harris Tandjung, direktur BTPN, dalam keterangan pers yang diterima pagi ini oleh Majalah BusinessNews Indonesia.
“Bersama, kami dapat menyediakan akses keuangan yang lebih terjangkau untuk orang Indonesia, dan juga memerluas kegiatan yang dapat memberikan fasilitas lebih baik bagi pelanggan, serta memberikan keuntungan lebih bagi nasabah. Hal ini konsisten dengan visi kami untuk memberikan perubahan dalam kehidupan jutaan orang,” Arief menambahkan.
Pembiayaan ini akan membantu BTPN meningkatkan kualitas produk dan layanan perbankan serta memerluas akses keuangan bagi segmen masyarakat kurang mampu di Indonesia, termasuk di dalamnya pengusaha UKM dan pengusaha perempuan.
Tidak hanya itu, pembiayaan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan membuka wacana mereka melalui pelatihan, serta memberi kesempatan pada mereka untuk memerluas jaringan. “Dengan demikian BTPN akan mampu memertahankan nasabahnya,” kata dia.
Sementara, Country Manager IFC Indonesia dan Malaysia, Azam Khan, berkata, ““BTPN adalah mitra strategis kami untuk mengurangi kesenjangan akses keuangan yang dihadapi para pengusaha kecil, pengusaha perempuan, UKM, dan masyarakat kurang mampu di Indonesia.”
Kata Khan, akses keuangan yang lebih luas terhadap pelayanan perbankan, diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan yang lebih luas di masyarakat. (Dhi)
Sumber Ilustrasi Small Business: Istimewa
