TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sinergi dengan Tata Logam Group, Anak Usaha KRAS Ekspor Baja ke AS

Nurdian Akhmad
28 February 2025 | 10:15
rubrik: Business Info
Proyek Selesai, KRAS Optimistis Kinerja 2019 Membaik

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Krakatau Baja Industri, anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) bersinergi dengan PT Tata Metal Lestari, bagian dari Tatalogam Group, melakukan ekspor 5.000 ton baja lapis Nexalume, Nexium, dan Nexcolor ke Amerika Serikat (AS). Peresmian ekspor baja tersebut dilakukan pada 25 Februari 2025 lalu.

“Krakatau Steel sebagai holding BUMN akan terus mendorong anak-anak perusahaan kami seperti PT Krakatau Baja Industri (KBI) untuk bisa melakukan sinergi dan kolaborasi dengan industri-industri baja lainnya di hilir,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Muhammad Akbar Djohan dalam keterangannya, Jumat (28/2/2025).

“Kami juga berperan mengelola stakeholder nasional, kemudian meyakinkan regulator untuk selalu memberikan dukungan baik itu perlindungan atau proteksi dalam negeri, maupun dengan regulasi-regulasi untuk mendorong ekosistem industri baja nasional kita,” imbuhnya.

 Akbar menjelaskan, kedua perusahaan itu mampu mengekspor baja lapis di tengah kondisi perdagangan global yang tengah tidak menentu bukan merupakan hal yang mudah. Namun demikian, berkat sinergi dan kolaborasi yang baik antara PT Krakatau Baja Industri selaku penyedia bahan baku dan PT Tata Metal Lestari sebagai produsen baja lapis di sektor hilir, kegiatan ekspor produk baja ini terlaksana.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Baja Industri, Arief Purnomo menambahkan, KBI memiliki kapasitas produksi hingga 90.000 ton bahan baku baja lapis per tahunnya. Produk tersebut juga sudah mengandung 60 persen total kandungan dalam negeri.  

Dengan kapasitas produksi setinggi itu dan tingkat komponen dalam negeri yang cukup signifikan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung berkembangnya industri baja lapis di hilir, sehingga mampu memproduksi produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing tak hanya di pasar nasional, tapi juga hingga hingga menembus pasar global.

BACA JUGA:   Dukung Ketahanan Energi Nasional, KRAS Gandeng Pertagas Perkuat Infrastruktur Pipanisasi BBM

“Harapan kami, kedepan industri baja di hilir terus berkembang dan itu disupport dari mulai hulu. Jadi semua kekuatan industri, terutama baja di Indonesia itu dari mulai hulu hingga hilir diperkuat. Hilir ini menjadi rentan karena produk impor ini banyak masuk ke hilir. Dampaknya nanti sampai hulu pun produksinya bisa terhenti. Karena itu penguatan industri hilir memang harus diutamakan,” terang Arief.

Vice President Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi mengatakan, berkat dukungan dan kolaborasi dengan Krakatau Steel, sektor hilir baja kembali mengeliat dan semakin mantap menghasilkan produk-produk yang berkualitas sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

“Ini memperlihatkan bahwa industri baja nasional telah tumbuh menjadi semakin penting bagi perekonomian nasional maupun perekonomian di dunia,” terangnya.

Stephanus menerangkan, ekspor mulai dilakukan PT Tata Metal Lestari setelah pihaknya membaca kompas geopolitik yang ada. Pertama, ekspor dilakukan karena adanya gangguan rantai pasok dengan penghentian perang dagang antara China dengan AS, gangguan logistik, juga adanya permintaan yang fluktuasi di Indonesia, terutama di kuartal pertama yang agak menurun yang kemudian dibarengi dengan ekspor.

Kemudian ada juga kebijakan pemerintah dan regulasi untuk mendukung peningkatan ekspor.

“Kami semakin yakin untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor, dari tahun lalu hanya sekitar 30 persen, tahun ini kami coba tingkatkan lagi menjadi 40 persen dari kapasitas produksi kami yang setelah dilakukan investasi baru bisa mencapai 500.000 ton per tahun,” ucapnya.

“Selain itu, sebagai bagian dari strategi ekpansi global, Tata Metal Lestari juga telah membuka kantor perwakilan di Sydney, Australia dan Singapura guna memperluas jaringan bisnis dan memperkuat kemitraan dengan mitra internasional,” ujarnya.

Tags: PT Krakatau Steel TbkTata Logam Group
Previous Post

BEI Suspensi IKAN

Next Post

Perkuat Bisnis, Garuda Indonesia Pasang UOB Card di Pesawat Garuda

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR