TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sejak Dulu Jadi Sapi Perah, Pemerintah Wajib Bebaskan Pertamina dari Figur Terafiliasi Parpol

Albarsyah
5 March 2025 | 14:34
rubrik: Business Info
Waktunya Direktur BEI Diisi yang Berkarir dari Bawah

Ilustrasi Human Capital/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pembina Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI), Mulyanto menilai, citra PT Pertamina (Persero) berada di titik nadir pasca terungkapnya kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang 2018-2023 yang merugikan negara Rp197,3 triliun.

Ia meminta pemerintah merombak tata kelola migas yang jauh dari intervensi atau kepentingan partai politik (parpol). “Karena sudah menjadi rahasia publik, selama ini BUMN menjadi sapi perah bagi parpol sehingga pelaksanaan tugasnya banyak disiasati,” kata Mulyanto kepada sesuai kutipan Inilah.com di Jakarta, Senin (3/3/2025).

“Jadi jangan salahkan publik kalau menilai pengungkapan kasus ini, sekadar pergantian ‘pemain’. Ada pemain baru ingin menggantikan pemain lama. Ke depan kasus dan modusnya bisa jadi berulang,” sambungnya.

Jika pemerintahan Prabowo Subianto serius memperbaiki tata kelola migas oleh Pertamina dan subholdingnya, perlu perombakan sistem rekrutmennya. Terapkan sistem meritokrasi, tolak orang-orang yang berafiliasi parpol di jajaran direksi dan komisaris di Pertamina.

“Pemerintah seharusnya menempatkan kalangan profesional murni yang amanah. Tetapi bila melihat yang terjadi hari ini, justru menimbulkan aura pesimistis bagi publik,” imbuhnya.

Mantan anggota Komisi VII DPR ini, mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi dimulai dari hulu. Di mana, para tersangka melakukan pengkondisian untuk menurunkan readiness/produksi kilang. Kemudian menolak minyak mentah domestik karena dianggap tidak memenuhi spek kilang yang dimiliki Pertamina.

Akibatnya minyak mentah yang berasal dari perut bumi Indonesia, produksinya tidak terserap. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah maupun BBM dalam negeri, dilakukanlah impor. Selanjutnya modus korupsi berkembang menjadi ekosistem yang akhirnya terbongkar juga.

“Ini kan korupsi terstruktur dan berjamaah, yang terjadi dalam kurun waktu yang panjang tanpa diketahui aparat, yakni dari 2018-2023. Untuk membangun kepercayaan publik tidak mudah, bila tanpa itikad baik, kinerja yang unggul dan konsisten,” tandasnya.

BACA JUGA:   Perusahaan Minyak Italia, Eni Indonesia Finalkan Investasi Proyek Gas Besar di Kalimantan Timur
Tags: MITI
Previous Post

PHE ONWJ Gandeng Perusahaan Korea

Next Post

Pabrik Biomassa Beroperasi Akhir 2025, Limbah Sawit Diubah Jadi Energi Hijau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR