Jakarta, BusinessNews Indonesia—Wilayah kelas menengah di Asean dengan populasi antara 500.000 sampai lima juta adalah wilayah dengan pertaruhan besar berikutnya untuk meningkatkan pertumbuhan. Sementara, secara umum, ada asumsi bahwa kota besar seperti Jakarta, Manila, dan Bangkok, adalah satu-satunya mesin pertumbuhan Asean.
Hal itu dijelaskan dalam laporan perusahaan manajemen kinerja, Nielsen, dan firma strategi Alpha Beta, yang diterima pagi tadi oleh Majalah BusinessNews Indonesia.
Laporan itu menyimpulkan, konsumen di Asean berpendapat bahwa saat terbaik pertumbuhan berlangsung sampai tahun 2030.
Laporan itu meninjau lebih dalam pada permintaan konsumen saat ini dan potensial konsumen di masa yang akan datang, di lebih dari 700 kota dan wilayah dari tujuh negara ekonomi Asean terbesar.
Itu mencakup konsumen 10 kategori produk paling populer: cokelat, mie instan, minuman ringan berkarbonasi, bir, rokok, sampo, deterjen, popok bayi, pelembap wajah, dan vitamin.
“Sementara Asean telah menikmati pengakuan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, bisnis cenderung memandangnya sebagai satu kesatuan dan sedikit yang diketahui tentang banyak kota dan wilayah yang membentuk satu kesatuan Asean. Keragaman 625 juta orang mewakili banyak etnis, bahasa, dan agama. Hal ini menjadi penting bagi perusahaan untuk mengambil pendekatan mendalam untuk memahami peluang pasar di Asean,” kata Patrick Dodd, Growth Market Group President Nielsen.
Dia menambahkan, “Sudah saatnya perusahaan melihat melampaui kota-kota besar untuk melihat titik terbaik peluang pertumbuhan di daerah kelas menengah.” (Dhi)
Sumber Foto Kota Bangkok: Istimewa
