Jakarta, TopBusiness—Saat ini tren permintaan komponen pesawat terbang menunjukkan pertumbuhan positif seiring dengan pasar penerbangan di Indonesia yang terus berkembang. Merujuk pada International Air Transport Association (IATA), Indonesia salah satu negara dengan pertumbuhan jumlah penumpang tertinggi.
“Dan diproyeksikan akan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahun 2036,” kata Wakil Menteri Perindustrian RI (Wamenperin), Faisol Reza. Ia mengatakan itu saat penandatanganan kerjasama PTDI (PT Dirgantara Indonesia) dan PT YPTI (Yogya Presisi Teknikatama Industri), di Jakarta (12/3/2025).
Sementara itu, dalam studi International Civil Aviation Organization (ICAO) tahun 2023, memerkirakan bahwa jumlah penerbangan domestik dan penumpang di Indonesia akan meningkat menjadi 7,6 juta flight dan 690 juta penumpang pada tahun 2045. “Atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2024,” kata dia dalam keterangan resmi.
“Dengan peningkatan permintaan tersebut, industri dalam negeri memiliki potensi yang sangat besar untuk menangkap peluang peningkatan pada permintaan komponen pesawat terbang tersebut,” ungkap Wamenperin.
Lanjut Wamenperin, apalagi Indonesia memiliki sejarah panjang dalam manufaktur pesawat terbang, dengan peran PTDI sebagai satu-satunya produsen pesawat di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, industri komponen pesawat terbang Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Aircraft and Component Manufacturer (INACOM) juga telah menunjukkan daya saingnya. Hal itu dengan mendapatkan sertifikasi standar mutu industri kedirgantaraan internasional (AS9100) dan menjadi bagian dari rantai pasok global, termasuk PTDI dan PT YPTI.
Wamenperin juga berharap PTDI dapat terus meningkatkan perannya untuk mendorong pengembangan ekosistem industri pesawat terbang.
