Jakarta, TopBusiness – Dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR), PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Pacitan selalu berupaya menggandeng semua stakeholders termasuk masyarakat. Perusahaan memandang bahwa keterlibatan masyarakat dalam berbagai program CSR tidak hanya membangun kemandirian agar mereka bisa berdaya secara sosial, ekonomi, dan lingkungan, namun juga memberi nilai tambah pada keberlanjutan perusahaan.
Senior Manager PT. PLN Nusantara Power UP Pacitan Abdi Nafi mengatakan keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam program CSR merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan akses masyarakat terhadap sumber daya yang bertujuan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“Program CSR berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan investasi yang memberikan dampak positif tak hanya bagi masyarakat dan lingkungan, namun juga bagi perusahaan dalam jangka panjang,” kata Abdi Nafi dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring pada Senin (3/3/2025).
Abdi menyebut salah satu program CSR yang telah direalisasikan dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat adalah Program Pemberdayaan Masyarakat Sumantri Beda (sungai maron lestari, nyaman dan berdaya). Ini adalah program pemberdayaan masyarakat untuk membangun pariwisata berbasis kearifan lokal Desa Dersono Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
“Jadi program ini merupakan program yang berada di Ring 2 Perusahaan yang fokus pada peningkatan SDM melalui optimalisasiSDA berbasis kearifan lokal daerah dalam pengelolaan desa wisata Dersono khususnya pada wisata susur sungai dan UMKM olahan kelapa,” kata Abdi.
Abdi mengatakan Sungai Maron memiliki keunikan dalam bentuk wisata susur sungai yang mana sangat jarang ditemui di tempat lain. Dalam pelaksanan program ini, PLN menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Maron.
“Masyarakat disini sangat peduli dalam pengelolaan lingkungan, terbukti sungainya sangat bersih berwarna hijau tanaman disekitarnya dirawat sangat baik,” jelasnya.
“Ada semangat dari seluruh masyarakat disini untuk tetap eksis dan tumbuh bersama-sama, kompak, rukun, dan solid untuk mengembangkan wisata sehingga PT PLN Nusantara Power Up Pacitan merasa jatuh cinta kepada Sungai Maron,” tandasnya.
Bangun Infrastruktur Wisata dengan Limbah FABA
Abdi mengungkapkan Program ini dimulai dengan melakukan stabilisasi tanah di area wisata Sungai Maron. Dalam hal ini PLN Nusantara UP Pacitan memberikan dukungan dengan membangun infrastruktur di beberapa titik antara lain area parkir wisata dan perbaikan jalan menuju lokasi.
“Pengembangan program ini mendukung upaya PT PLN Nusantara Power UP Pacitan dalam mengurangi stock FABA yang di simpan dalam landfiil. Tujuan ini juga mendukung implementasi dari CSV yang memberikan dampak positif bagi perusahaan dan mitra binaan sebagai penerima manfaat,” papar Abdi.
Untuk diketahui PLN NP UP Pacitan merupakan perusahaan pembangkit listrik yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar. Perusahaan pun berupaya mengurangi dampak negatif dari limbah pembakaran batu bara yang biasa disebut FABA (Fly Ash Bottom Ash). Fly ash adalah abu yang berterbangan di atas tungku pembakaran batubara, sedangkan bottom ash merupakan hasil pembakaran batu bara yang mengendap di tungku pembakaran.
PLN NP UP Pacitan memanfaatkan limbah FABA agar bisa diolah menjadi beberapa produk yang lebih berguna dan ramah lingkungan seperti bahan bangunan yang meliputi semen FABA dan batu bata/blok beton, bahan konstruksi jalan seperti aspal, pupuk hingga pengolahan tanah (soil stabilization).
“ Pengembangan inovasi produk FABA dalam berbagai produk kontruksi yang digunakan dalam rangka pembangunan infrasruktur pengembangan fasilitas wisata Sungai Maron seperti paving, batako, kainstain, precast telah memenuhi berbagai tahapan uji implementasi dengan hasil uji daya kuat tekan, CBR Test (California Bearing Rasio), Uji ketoksikan dengan air (TCLP, SiO2, AI203 & Fe203), uji Loss of Ignition,” ujar Abdi.
Ia menambahkan distribusi pemanfaatan FABA untuk kebutuhan masyarakat dilakukan di berbagai kegiatan efektif yang diwujudkan dalam perbaikan dan pembangunan infrasruktur bagi masyarakat.
“Realisasi bantuan ini merupakan bentuk dari CSV yang dilakukan oleh PT PLN Nusantara Power UP Pacitan dalam pemenuhan material yang berkualitas dari efisiensi beban biaya pembangunan,” pungkas dia.
