TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mengoreksi Asumsi Makro Indonesia 2017

Achmad Adhito
12 July 2017 | 06:31
rubrik: Ekonomi
Mengoreksi Asumsi Makro Indonesia 2017

Darmin Nasution/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Asumsi makro ekonomi Indonesia mengalami perubahan, pertumbuhan ekonomi dari 5,1 menjadi 5,2 persen (APBN-P 2017), sedangkan inflasi disepakati naik dari 4 persen menjadi menjadi 4,3 persen (APBN-P 2017).

Itu terungkap pada Rapat Kerja RAPBN-P 2017, di Gedung DPR RI, antara Komisi XI DPR dengan Pemerintah, 10 Juli 2017.

Rapat dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto.

Darmin Nasution menjelaskan perkembangan ekonomi global hingga triwulan pertama tahun 2017 menunjukkan perbaikan yang ditandai meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia, dan aktivitas perdagangan internasional di beberapa negara utama dunia yang sudah meninggalkan teritori pertumbuhan negatif.

“Ekonomi Eropa, Amerika Serikat dan Jepang mengalami perbaikan begitu juga Korea Selatan. Untuk perekonomian Indonesia membaik pada kuartal pertama tahun 2017,” ungkap Darmin.

Seperti produk domestik bruto (PDB), pada kuartal 1 2017, mengalami pertumbuhan menunjukkan tren perbaikan dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,01%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sama tahun sebelumnya hanya sebesar 4,9%.

Perbaikan itu di topang oleh kinerja ekspor dan impor, serta kinerja sektoral yang diperkirakan semakin meningkat, jelas berkontribusi meningkatkan optimisme terhadap asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN di periode ke depan.

“Pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN-P 2017 diperkirakan sebesar 5,2 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan dalam APBN tahun 2017 sebesar 5,1 persen,” kata Darmin.

Sedangkan nilai tukar rupiah, hingga akhir tahun 2017 diperkirakan mencapai rata-rata sebesar Rp13.400 per dolar Amerika Serikat. Nilai ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan asumsinya dalam APBN tahun 2017 sebesar Rp13.300 per dolar Amerika Serikat.

BACA JUGA:   Indeks masih Tunjukkan Tren Melemah

Sedangkan untuk Suku Bunga SPN 3 Bulan diusulkan menurun menjadi 5,2% dari yang sebelumnya 5,3% di APBN 2017. (HS)

 

Sumber Foto Darmin Nasution: Eksplorasi.id

Previous Post

Masa Depan Demografi Indonesia

Next Post

PLN Lampaui Target Promo Tambah Daya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR