TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Aset SeaBank Tumbuh 10 Kali Lipat, HC Jadi Penopang Ekspansi

Nurdian Akhmad
3 September 2026 | 13:06
rubrik: Business Info, Event, HC
Aset SeaBank Tumbuh 10 Kali Lipat, HC Jadi Penopang Ekspansi

Jakarta, TopBusiness – PT Bank SeaBank Indonesia mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Aset bank digital ini yang sebelumnya berada di bawah Rp 5 triliun kini telah menembus Rp 50 triliun.

Menariknya, pertumbuhan tersebut tidak diikuti dengan lonjakan jumlah karyawan dalam skala yang sama, karena jumlah headcount SeaBank saat ini tetap berada di kisaran 1.000 orang.

Wakil Direktur Utama PT Bank SeaBank Indonesia Junedy Liu mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya transformasi Human Capital (HC) dalam menopang pertumbuhan bisnis.

Menurutnya, SeaBank tidak hanya membutuhkan penambahan jumlah talenta, tetapi juga mendorong karyawan agar mampu bekerja lebih produktif, adaptif, dan menghasilkan inovasi yang berdampak terhadap bisnis.

“Sepanjang lima tahun terakhir, kami sudah bertumbuh cukup signifikan, dari perusahaan yang asetnya di bawah Rp5 triliun bertumbuh hingga menjadi perusahaan Rp50 triliun. Tapi kami melihat ini adalah suatu momen yang baik, di mana kami ingin melakukan unlock new horizon,” ujar Junedy dalam penjurian TOP Human Capital Awards 2026 yang dilakukan secara daring, Kamis (3/9/2026).

Hadir pula dalam sesi penjurian ini Sasmaya Tuhuleley (Direktur Utama SeaBank), Group Head of People SeaBank Elvia Yeo, Hadrianus Sugiono (Head of HRBP), Intan Ruziana Octavia (Head of People Acquisition & Experience), dan Cintya Prasidya Andanti (People Experience).

Menurut Junedy, pertumbuhan bisnis tersebut menjadi momentum bagi SeaBank untuk mengubah cara organisasi bekerja. Human Capital tidak lagi hanya diposisikan sebagai fungsi pendukung, tetapi harus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan bisnis.

Dalam presentasi penjurian ini, tim SeaBank membawakan materi berjudul “Unlock The New Horizon, The Role of Talent Mobility and HCMS as Strategic Business Partner”.  Unlock New Horison kini menjadi budaya yang dikampanyekan perusahaan kepada seluruh karyawan SeaBank. Ada tiga pilar dalam kampanye ini, yakni Strategic Proactivity, Organisational Scalability, dan Inclusive Decisiveness.

Melalui tiga pilar tersebut, SeaBank mendorong karyawan untuk bergerak dari pola kerja yang hanya merespons menjadi lebih proaktif, mendesain solusi dan mengambil keputusan. Karyawan juga diarahkan untuk memiliki strategic ownership terhadap pekerjaan dan memberikan dampak bagi perusahaan.

Pertumbuhan skala bisnis SeaBank juga tercermin dari jumlah nasabah yang kini mencapai lebih dari 32 juta nasabah terdaftar. Bank tersebut mencatat rata-rata akuisisi sekitar 600.000 nasabah baru per bulan dan rata-rata 12 juta transaksi per hari.

Namun, pertumbuhan tersebut ditopang oleh organisasi dengan jumlah karyawan yang tetap relatif ramping. Data HC Business Index menunjukkan jumlah headcount meningkat dari 956 orang pada 2024 menjadi 1.042 orang pada 2025. Sementara FTE meningkat dari 632 menjadi 679 orang.

Junedy mengatakan, kemampuan perusahaan mempertahankan skala organisasi tersebut di tengah pertumbuhan bisnis tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi, otomatisasi proses, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurut dia, sejumlah inovasi justru berasal dari karyawan yang mencari cara baru untuk membuat proses kerja lebih efektif.

BACA JUGA:   Bendungan Ciawi dan Sukamahi Rampung 2021

Ia mencontohkan pemanfaatan AI dalam proses KYC, pembuatan rangkuman profil, simulasi layanan pelanggan, hingga pembuatan konten pemasaran. Teknologi tersebut memungkinkan karyawan menyelesaikan pekerjaan dengan kapasitas yang lebih besar tanpa harus menambah jumlah tenaga kerja secara proporsional.

“Sekarang kami bisa menuju hampir 40 juta customer dengan jumlah orang sekitar 1.000-an,” kata Junedy dalam sesi penjurian.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak berdiri sendiri. Pemanfaatannya membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan menerjemahkannya menjadi inovasi.

Selaraskan Strategi People dengan Bisnis

Group Head of People at SeaBank Elvia Yeo mengatakan, strategi human capital (HC) SeaBank diselaraskan dengan visi organisasi dan strategi bisnis. Komitmen tersebut juga didukung jajaran pimpinan melalui komunikasi dua arah serta berbagai program pengembangan karyawan.

Salah satunya melalui SeaBank Manager Summit yang ditujukan untuk menyelaraskan visi jajaran pemimpin sebelum diturunkan ke masing-masing divisi melalui department town hall. SeaBank juga menggunakan employee engagement survey dan pulse check untuk mendapatkan masukan karyawan.

“Dari sisi komitmen para leaders kita, leaders-leaders di sini memang sangat berkomitmen, terutama dalam hal pengembangan karyawan maupun dalam hal pengembangan kultur perusahaan,” ujar Elvia.

Menurut dia, pengembangan talenta menjadi salah satu fokus perusahaan karena SeaBank perlu memetakan keterampilan yang dibutuhkan pada masa mendatang, termasuk keterampilan yang dapat ditransfer antarsatuan kerja.

Program yang dijalankan antara lain coaching and mentoring oleh pimpinan, Executive Development Program (EDP) bagi para pemimpin, serta Star Mentor yang menghadirkan tokoh inspiratif untuk berbagi pengalaman dan membuka sesi mentoring secara langsung.

Dari sisi mobilitas internal, Elvia mengatakan terdapat lebih dari 200 posisi yang dapat dieksplorasi karyawan setiap tahun. Sementara itu, rata-rata lebih dari 50 internal movement terjadi setiap tahunnya. SeaBank juga mencatat ada 52 persen karyawan promosi melalui mobility sepanjang 2025.

Dorong Adopsi AI

Pengembangan kompetensi juga diarahkan pada kemampuan digital dan AI. Elvia mengatakan, SeaBank telah menyediakan learning management system (LMS) yang memungkinkan seluruh karyawan mengakses materi pembelajaran sesuai kebutuhan dan waktu masing-masing.

Perusahaan juga mendorong adopsi AI melalui tiga tahap, yakni membuka akses terhadap AI tools, mendorong karyawan melakukan eksplorasi dan memberikan pelatihan, serta menyediakan AI Challenge and Showcase sebagai wadah berbagi penggunaan AI antartim. Sejumlah perangkat AI yang digunakan, antara lain Gemini Enterprise, NotebookLM, Workspace Studio, Claude Enterprise, dan ChatGPT Enterprise.

Elvia menegaskan, pemanfaatan AI diarahkan untuk membantu karyawan menjalankan pekerjaan sehingga mereka dapat memiliki lebih banyak ruang untuk mengerjakan aktivitas yang bersifat strategis.

BACA JUGA:   Dukung UMKM, Maybank Indonesia Danai Batumbu Rp 1 Triliun

“Fungsinya bukan untuk menggantikan peranan dari manusia, tapi sebenarnya lebih untuk membantu mereka dalam melakukan aktivitas pekerjaan, supaya mereka bisa lebih banyak melakukan hal-hal yang strategis,” ujarnya.

Junedy menambahkan, salah satu penerapan AI yang telah memberikan dampak nyata adalah dalam proses pembelajaran dan pelatihan customer service. Jika sebelumnya role play harus dilakukan bersama trainer manusia dengan keterbatasan jumlah kasus yang dapat disimulasikan, AI memungkinkan simulasi dilakukan kepada lebih banyak peserta secara bersamaan.

SeaBank menggunakan AI Agent Coach untuk melakukan simulasi interaktif berbasis persona nasabah. Pendekatan tersebut memungkinkan simulasi one-on-one dilakukan secara simultan kepada 20–30 peserta pelatihan, sekaligus memberikan ruang bagi human trainer untuk lebih fokus pada coaching terhadap kasus yang lebih kompleks.

“AI ini bukan hanya untuk mensimplifikasi proses, tapi juga bagaimana AI ini kemudian dapat membantu organisasi kami, terutama human capital kami yang masih muda ini untuk mengakselerasi pengetahuan dan juga pengalaman melalui simulasi-simulasi,” kata Junedy.

Inovasi Karyawan Topang Efisiensi

Menurut Junedy, pengembangan teknologi dan otomatisasi yang berasal dari ide-ide karyawan turut membantu SeaBank mempertahankan jumlah tenaga kerja sekitar 1.000 orang di tengah pertumbuhan jumlah nasabah.

“Pengembangan teknologi ini luar biasa besar, tetapi adopsi-adopsinya ini ya kalau kami managementnya gampang ya pak, kami bukakan toolsnya, kami belikan tokennya, kami dorong karyawan untuk belajar AI tapi karyawan sendiri yang kontribusi,” ujarnya.

Ia mencontohkan penerapan AI untuk mendukung proses KYC, merangkum profil, hingga melakukan simulasi interaksi dengan nasabah. Inovasi juga datang dari tim marketing yang mengeksplorasi penggunaan AI untuk membuat konten video.

Junedy menilai inovasi yang dilakukan karyawan tersebut ikut mendukung pertumbuhan akuisisi nasabah SeaBank.

Data perusahaanmenunjukkan jumlah karyawan SeaBank pada 2025 mencapai 1.042 orang, naik dari 956 orang pada 2024. Jumlah FTE meningkat dari 632 menjadi 679, sementara jumlah pelatihan meningkat dari 385 menjadi 546. Pada saat yang sama, attrition rate turun dari 13,6% pada 2024 menjadi 11,5% pada 2025.

Elvia mengatakan employee engagement survey pada 2024 mencatat skor 4 dari 5, kemudian menjadi 3,95 pada 2025. Pada awal 2026, skor tersebut kembali meningkat mendekati 4. Sementara itu, attrition rate hingga Agustus 2026 berada di kisaran 7%.

Siapkan Suksesi Hadapi Talent War

Dalam sesi pendalaman, Junedy mengatakan SeaBank menyadari adanya persaingan mendapatkan talenta, terutama karena perkembangan industri digital. Karena itu, perusahaan tidak hanya menyiapkan kompetensi teknis, tetapi juga membangun sistem suksesi.

“Setiap leader itu diharapkan mampu membangun suatu sistem suksesi dimana mereka juga mengidentifikasi 1-2 orang yang berpotensi untuk mensuksesi ketika dia akan berkembangnya,” ujarnya.

BACA JUGA:   Menteri Basuki Tekankan 4 Solusi Atas Tantangan Air

Talenta juga dilibatkan dalam proyek-proyek strategis dan diskusi tingkat manajemen agar memperoleh pengalaman dalam proses pengambilan keputusan.

Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama PT Bank SeaBank Indonesia, mengatakan perusahaan juga mulai merencanakan perekrutan talenta sejak masa fresh graduate untuk membangun pasokan talenta jangka panjang.

“Kami menyadari bahwa talent war ini akan terjadi dan terutama karena industrinya masih baru ya, industri digital ini masih baru,” kata Sasmaya.

Ia mengatakan SeaBank berencana terlibat dengan institusi pendidikan dan mengembangkan program yang sebelumnya dikenal sebagai ODP untuk menyiapkan talenta masa depan. Selain pengembangan, perusahaan juga berupaya memberikan ruang tumbuh agar talenta memiliki alasan untuk bertahan di dalam organisasi.

Elvia menambahkan, proses succession planning dilakukan melalui asesmen setiap tahun dengan menyiapkan daftar suksesor untuk posisi-posisi kritis. Kesiapan talenta dipetakan berdasarkan kategori seperti ready now dan ready in one year.

“Di luar itu kita juga saat ini memperhatikan atau cukup memantau dari sisi talent attrition,” ujarnya. Pemantauan tersebut dilakukan agar ketika terjadi attrition pada posisi kritis, pemimpin bisnis dapat segera menentukan langkah yang diperlukan.

Apresiasi Berbasis Total Rewards

Untuk mempertahankan talenta dan mengapresiasi karyawan berkinerja tinggi, Elvia mengatakan SeaBank menerapkan pendekatan total rewards yang mencakup kompensasi, benefit, pengembangan karier, dan employee wellbeing.

Dalam penerapan high performance culture, distribusi bonus dibedakan berdasarkan tingkat kinerja karyawan. Selain itu, SeaBank memiliki program Department Value Star Award untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang menunjukkan nilai-nilai perusahaan, termasuk melalui inovasi dan komitmen terhadap pekerjaan.

“Tidak hanya pada aspek cash-nya saja dalam bentuk compensation, tapi juga karir dan recognition tentunya dalam kita membangun engagement karyawan kita,” ujar Elvia.

Pendekatan tersebut juga diterapkan melalui program kesejahteraan karyawan yang mencakup aspek psikologis, fisik, dan finansial. Materi presentasi mencatat adanya Employee Club, Employee Assistance Program (EAP), edukasi pengelolaan keuangan, serta fasilitas employee loan.

Sustainability Jadi Bagian HCMS

Di sisi sustainability, Junedy mengatakan SeaBank menjalankan program CSR yang melibatkan karyawan secara langsung dalam kegiatan di bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Perusahaan juga menjalankan kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menggunakan dekorasi yang ramah lingkungan.

Salah satu program yang dinilai menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut adalah Immersion Program. Melalui program ini, karyawan bersama manajemen turun langsung ke sejumlah daerah untuk melihat bagaimana layanan SeaBank digunakan masyarakat dan memahami kebutuhan pengguna yang belum terlayani.

Program tersebut juga ditujukan untuk memahami profil pengguna secara nyata sebagai bagian dari komitmen “Serving the Underserved”. Selain itu, SeaBank menjalankan campus and community outreach melalui literasi keuangan digital, pengembangan karier, dan berbagi pengetahuan kepada mahasiswa serta komunitas.

Tags: PT Bank SeaBank IndonesiaTOP Human Capital Awards 2026
Previous Post

Utamakan Keselamatan Warga, Jembatan Apung Sungai Wulan Segera Diganti

Next Post

“Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan” dan “Trade CorpU”, Perkuat SDM Perdagangan untuk Jawab Tantangan Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR