Jakarta, TopBusiness—PT MNC Kapital Indonesia, Tbk., (kode saham: BCAP) melaporkan kinerja keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2024. Di situ, perusahaan itu membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,6% year on year (yoy), mencapai Rp3,33 triliun. Itu bila dibandingkan Rp2,95 triliun di tahun 2023.
Dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham (1/4/2025). disebutkan bahwa pencapaian ini terutama didorong oleh pendapatan bunga dan dividen, yang berkontribusi sebesar 58,8% terhadap total pendapatan BCAP. Atau senilai Rp1,96 triliun pada FY-2024, meningkat 4,4% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilanjutkan dengan pendapatan premi bersih yang melonjak 125,9% dari Rp348,85 miliar pada FY-2023 menjadi Rp788,00 miliar pada FY-2024, dan berkontribusi sebesar 23,7%.
Pendapatan BCAP lainnya berasal dari pendapatan digital sebesar Rp305,58 miliar, pendapatan pasar modal sebesar Rp209,22 miliar, pendapatan pembiayaan keuangan syariah sebesar Rp34,66 miliar. Dan, pendapatan operasional lainnya sebesar Rp31,96 miliar pada akhir Desember 2024.
Adapun laba bersih BCAP tahun 2024 juga mengalami peningkatan sebesar 62,5% yoy menjadi Rp126,04 miliar. Itu dari Rp77,59 miliar pada 2023.
Lembar keterbukaan informasi itu pun menjelaskan, solidnya pertumbuhan pendapatan dan laba bersih BCAP, mendorong kenaikan margin laba bersih menjadi sebesar 3,79% pada 2024, dari sebesar 2,63% di 2023.
Total aset konsolidasi BCAP mencapai Rp29,46 triliun per 31 Desember 2024, naik dari Rp25,86 triliun di periode yang sama tahun 2023.
Jumlah liabilitas konsolidasi bertambah menjadi Rp22,28 triliun pada FY-2024 dari Rp18,86 triliun pada FY-2023.
Sedangkan jumlah ekuitas konsolidasi mengalami kenaikan dari Rp7,00 triliun pada akhir 2023 menjadi Rp7,17 triliun di 31 Desember 2024.
