Jakarta, BusinessNews Indonesia—PT Ayana Land International Tbk, Senin (7/8/2017), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten NASA. Salah satu perseroan pengembang dan pengelola properti terkemuka ini, menjadi emiten ke-21 pada tahun 2017 atau ke-556 yang listing di BEI.
Pantauan wartawan Majalah BusinesNews Indonesia, dalam melaksanakan penawaran saham perdana atau yang biasa disebut initial public offering (IPO), PT Ayana Land International menawarkan saham ke publik sebanyak 3 miliar lembar atau sekitar 27,27% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran. Nilai nominal saham per lembar Rp100 ditawarkan dengan harga Rp103 per lembar ke publik.
Dengan harga penawaran tersebut, emiten pengembang dan pengelola properti ini meraup dana segar sebesar Rp309 miliar melalui IPO.
Selain itu, perseroan juga menerbitkan 2,7 miliar lembar waran seri I atau 33,75% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru.
Setiap pemegang 10 saham baru perusahaan berhak memperoleh sembilan waran Seri I. Setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun.
Dana yang diperoleh dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, akan dipergunakan sekitar 25% untuk meningkatkan penyertaan modal pada entitas anak PT Ayana Hotels Indonesia (AHI). Selanjutnya AHI akan melakukan peningkatkan penyertaan modal kepada entitas anaknya PT Samudra Parama Avirodha (SPA).
Adapun sekitar 75% akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan modal ke entitas anak PT Ayana Property Internasional (API). Kemudian API menyalurkan sekitar 33% sebagai pinjaman ke entitas anak PT Akasa Legian Karya (ALK) untuk pengembangan proyek. Dan sekitar 67% diberikan pinjaman untuk entitas anak PT Mandiri Berdikari Jayaraya (MBJ) yang selanjutnya diberikan pinjaman untuk digunakan PT Duta Nusantara Utamakarya (DNU).
Dengan melantainya NASA di bursa, Direktur Utama PT Ayana Land International Erwin Kusnadi berharap kinerja perseroan akan menjadi lebih baik. “Karena kami mengedepankan inovasi dalam setiap kinerja,” ujarnya di Gedung Auditorium BEI, Jakarta. (Ones)
Sumber Ilustrasi: Istimewa
