Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.12%, tapi kembali disertai net sell asing ~519 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, dan ITMG.
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas mengatakan IHSG tendensi koreksi mendekati support 6400, seiring dengan Presiden Trump yang terus desak The Fed cut suku bunga dan ini dapat mengacaukan independency the Fed.
“Dengan kondisi saat ini, level Support IHSG diproyeksi akan berada di rentang 6300-6400 dan level Resist IHSG berada di kisaran 6480-6520,” ujar Fanny dalam risetnya, Selasa (22/4/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, disebabkan Trump Serang Ketua The Fed. Indeks-indeks Wall Street turun pada Senin (21/4).
Setelah Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan tajam terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Aksi Trump tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar soal independensi bank sentral, di tengah belum adanya kemajuan penting dalam pembicaraan dagang global.
Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 2,48%, S&P 500 turun 2,36%, dan Nasdaq Composite turun 2,55%.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh tekanan pada saham-saham teknologi raksasa atau ‘Magnificent Seven’. Saham Tesla turun 5,8%, Nvidia turun lebih dari 4%, Amazon dan Meta juga melemah 3%, sementara Caterpillar turun 2,8%.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut Powell sebagai ‘Mr. Too Late, seorang pecundang besar’ dan menuntut agar The Fed segera memangkas suku bunga.
Bahkan, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan pemecatan Powell, sesuatu yang menurut penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sedang dipelajari.
Komentar Trump membuat dolar AS makin tertekan, jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Di sisi lain, emas justru melonjak tajam hingga menembus level rekor baru di atas US$ 3.400 per ons, menandakan investor beralih ke aset safe haven.
Bursa Asia Mixed, sementara Bank Sentral China Tahan Suku Bunga. Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada Senin (21/4/2025).
Di sisi lain, bank sentral China mempertahankan suku bunga pada saat yuan berada di bawah tekanan karena ketegangan perdagangan China-Amerika Serikat (AS).
Di China, CSI 300 naik 0,33% dan Shanghai Composite menguat 0,45%, setelah Bank Sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utama di 3,1% untuk tenor 1 tahun.
Selain itu, suku bunga pinjaman tenor 5 tahun di 3,6%. Sedangkan di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,30% dan indeks Topix melemah 1,18%.
Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,28%, sementara indeks Kosdaq turun 0,32%. Di sisi lain, pasar saham Australia dan Hong Kong masih libur dalam rangka perayaan Paskah. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: PSAB, BRMS, MDKA, TLKM, PTRO, dan HRTA
- PSAB Spec Buy dengan area beli di 318, cut di bawah 310. Target dekat di 328-330.
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 376, cut di bawah 372. Target dekat di 384-388.
- MDKA Spec Buy dengan area beli di 1685, cut di bawah 1645. Target dekat di 1715-1745.
- TLKM Spec Buy dengan area beli di 2550, cut di bawah 2520. Target dekat di 2600-2630.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 2300, cut di bawah 2260. Target dekat di 2350-2380.
- HRTA Spec Buy dengan area beli di 590-600, cut di bawah 580. Target dekat di 620-635
