TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Participating Interest WK Northwest Natuna PENN

Albarsyah
26 April 2025 | 05:59
rubrik: Business Info
Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Participating Interest WK Northwest Natuna PENN

Jakarta, TopBusiness — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd. (PENN) bersama Prima Energy AAL Singapore Pte. Ltd., sebagai pemegang Participating Interest (PI) saat ini di Wilayah Kerja Northwest Natuna (WK
NWN), serta PT Pembangunan Kepulauan Riau Northwest Natuna (PT PK NWN), Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepulauan Riau sebagai calon penerima PI, secara resmi melakukan penandatanganan perjanjian pengalihan PI pada Kamis, 24 April 2025, bertempat di Gedung Daerah Kepulauan Riau, Tanjung Pinang.

Penandatanganan perjanjian tersebut dihadiri oleh CEO Prima Energy, Pieters Utomo, dan Direktur Utama PT PK NWN, Syahril Efendi, serta disaksikan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Sekretaris SKK Migas, Luky A. Yusgiantoro, Bupati
Anambas, Bupati Natuna, dan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) serta Direktur Utama PT Pembangunan Kepri.

Pengalihan PI ini merupakan bagian dari pelaksanaan ketentuan dalam Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) serta Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016 dan perubahannya melalui Permen ESDM No. 1 Tahun 2025, yang mengamanatkan penawaran PI kepada BUMD sebagai bentuk pemberdayaan daerah dan peningkatan partisipasi dalam kegiatan usaha hulu migas.
“Pengalihan PI ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk senantiasa mematuhi regulasi, sekaligus mendorong partisipasi aktif pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam membangun industri hulu migas nasional,” ujar Pieters Utomo. “Kami juga terus melanjutkan pengembangan Lapangan Ande-Ande Lumut (AAL) agar dapat segera memasuki tahap produksi dan berkontribusi pada pencapaian target nasional.”

Lapangan AAL, yang terletak sekitar 260 km dari Pulau Matak, Kepulauan Riau, merupakan lapangan migas lepas pantai (offshore) di WK Northwest Natuna. Proses pengalihan PI ini menempuh perjalanan panjang, antara lain karena pergantian operator
dan revisi rencana pengembangan (Plan of Development/PoD).
“Penandatanganan ini menandai langkah strategis dalam mendorong peran aktif daerah dalam industri hulu migas serta merupakan milestone penting dalam proyek pengembangan offshore di Kepulauan Riau. Kami berharap, pengalihan PI kepada daerah ini tidak hanya memperkuat peran BUMD dalam industri hulu migas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat,” ungkap Luky A. Yusgiantoro, Sekretaris SKK Migas.

BACA JUGA:   Jadi Kado Kemerdekaan, Eksplorasi Hulu Migas Panen Penemuan Baru
Tags: skk migas
Previous Post

“Just Click! Unlock Your Home” Metland Blanjaproperti 2025 Kembali Hadir Lebih Inovatif

Next Post

PEPC JTB Gelar General Safety Talk Bersama Kontraktor Mitra Kerja untuk Penguatan Budaya K3

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR