Jakarta, BusinessNews Indonesia—Dalam rangka pengembangan industri migas nasional, Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan pabrik valve PT. Teknologi Rekayasa Katup (TRK) di Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (15/8/2017).
Peresmian tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) khususnya di sektor hulu migas.
“Semangat kita memajukan industri dalam negeri itu bukan hanya sebagai slogan. Kita harus mendukung apa yang dinamakan lokal konten,” kata Wamen Arcandra dalam keterangan persnya.
Dukungan tersebut sekaligus menyinergikan sistem fiskal gross split yang telah diperkenalkan sebelumnya. “Kita ada insentif, yang utama di gross split. Kalau dia bisa menggunakan produksi dalam negeri di atas 30 persen sampai 50 persen dia dikasih (insentif) 2 persen dari gross revenue. Di atas 70 persen mendapat 4 persen di atas gross revenue,” tandasnya.
Wamen Arcandra berharap keberadaan PT TRK mampu menjadi pionir dalam pengembangan industri migas nasional, terutama di sektor hulu. “Kita berharap PT Teknologi Rekayasa Katup ini akan membuka jalan bagi industri-industri turunannya sehingga bisa bersinergi,” imbuhnya. Dengan begitu, pada akhirnya akan memberikan multiplier effect yang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
“Kalau kita bisa mendorong ini dan menggantikan produksi dalam negeri artinya itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita. Efeknya itu bisa dua kali lipat, karena mengurangi import dan menggantikan dengan produksi. Itu artinya menaikkan pertumbuhan secara dua kali lipat,” pungkasnya.
Sebagai sebuah perangkat yang mengatur, mengarahkan atau mengontrol suatu cairan (gas, minyak, padatan terfluidisasi, dan sejenisnya), valve atau katup menjadi komponen penting untuk kelancaran operasional di sub sektor migas, panas bumi dan petrokimia.
Sumber Ilustrasi: Istimewa
