Jakarta, TopBusiness – PT Tamaris Hidro, perusahaan energi terbarukan yang berdiri sejak 5 Oktober 2011, terus menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga air skala kecil (PLTM) dan menengah (PLTA) di Indonesia. Sebagai bagian dari Grup Salim, Tamaris Hidro tak hanya berkomitmen menghadirkan energi bersih dan berkelanjutan, tapi juga aktif menanam benih masa depan melalui berbagai program tanggung jawab sosial (CSR).
Sejak didirikan pada 5 Oktober 2011, Tamaris Hidro telah mengoperasikan 17 pembangkit dengan kapasitas terpasang 126,8 MW dan tengah mengembangkan dua proyek baru dengan tambahan kapasitas 24 MW. Proyek andalannya tersebar di berbagai daerah, seperti PLTM Gumanti III (Sumatera Barat), PLTM Aek Sibundong (Sumatera Utara), PLTM Lebak Barang (Jawa Tengah), dan PLTM Sukarame (Lampung).
Namun di balik gemuruh turbin dan derasnya aliran sungai, terdapat strategi bisnis berkelanjutan yang dibangun di atas empat pilar utama: Better Business, Better Planet, Better People, dan Better Communities. Pilar-pilar ini dijabarkan dalam serangkaian program CSR unggulan yang dirancang untuk memberi dampak sosial dan lingkungan yang nyata.
CSR sebagai Motor Penggerak Dampak Positif
Irman Ahadian, Unit CSR dan Comdev PT Tamaris Hidro mengatakan perusahaan memiliki komitmen untuk menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara menyeluruh, mulai dari tahap pra-konstruksi, operasional, hingga pascakonstruksi proyek. Program-program ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya dukung lingkungan, terutama di sekitar lokasi proyek PLTM/PLTA.
“Beberapa bentuk kontribusi nyata sejak tahap awal proyek meliputi pembukaan akses jalan, pembangunan jembatan, serta peningkatan sarana ibadah dan fasilitas umum. Di tahap operasional, program CSR unggulan yang dijalankan terangkum dalam konsep CAS (Cerdas, Asri, Sehat),” kata Irman dalam wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara daring pada Selasa (29/04)
Ia mengatakan program Tamaris Cerdasdifokuskan untuk peningkatan kapasitas SDM, program ini mencakup beasiswa, pelatihan kelompok tani dan PKK, perbaikan fasilitas pendidikan, serta edukasi energi baru terbarukan (EBT).
“Tamaris ingin memastikan masyarakat sekitar proyek dapat berkembang secara intelektual dan ekonomi secara mandiri,” ujar Irman.
Tamaris Asri berorientasi pada pelestarian lingkungan dengan aktivitas seperti penanaman pohon, pembersihan sungai dan pantai, hingga pengelolaan sampah. Dimana selain memperbaiki kondisi lingkungan, Tamaris juga membagikan bibit tanaman bernilai ekonomi seperti pala, cengkeh, dan aren.
‘Sementara program Tamaris Sehat berfokus pada kesehatan masyarakat, kegiatan meliputi sunatan massal, posyandu, donor darah, program stunting, hingga perbaikan akses kesehatan seperti pembangunan posyandu dan perbaikan jalan untuk memudahkan pelayanan medis,” jelas Irman.
Penghijauan sebagai Strategi Pengurangan Emisi Karbon
Irman mengungkapkan Salah satu program paling membanggakan dari PT Tamaris Hidro adalah penanaman pohon, khususnya di daerah hulu sungai sebagai bagian dari rehabilitasi catchment area. Hingga Desember 2024, perusahaan ini telah menanam 359.375 pohon, terdiri atas:
- 159.740 pohon dari program internal
- 180.307 pohon melalui kerja sama dengan Yayasan Alam Hijau Lestari (Akar Pohon)
- 19.328 pohon hasil donasi karyawan dan pimpinan perusahaan
Program ini tidak hanya membantu konservasi lingkungan, tetapi juga menjadi instrumen pengimbangan (offset) emisi karbon perusahaan. Tamaris mencatat emisi gas rumah kaca (GRK) dari operasionalnya di bawah 1 kg CO₂-eq per MWh, dan seluruh emisi ini berhasil diimbangi melalui program penanaman pohon. Sejak 2019, Tamaris telah mengurangi emisi sebesar 1,5 juta ton CO₂-eq, dengan 518 ribu ton pengurangan pada tahun 2024.
“Disamping itu, perusahaan juga menyadari bahwa bisnis PLTM/PLTA bergantung penuh pada kondisi sungai. Karenanya, Tamaris Hidro menggulirkan program pelestarian hulu sungai dan pengelolaan sampah. Inisiatif ini bahkan menjadi contoh baik yang layak direplikasi oleh pelaku usaha energi terbarukan lainnya,” papar Irman.
“Tamaris Hidro juga aktif dalam pengelolaan sampah, dengan menerapkan sistem daur ulang, komposting, dan penggunaan mesin pencacah untuk menciptakan ecobrick dari sampah anorganik,” imbuh Irman.
Menuju Bisnis yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan
Dalam mendukung strategi Environmental, Social, and Governance (ESG), Tamaris menggandeng konsultan seperti Pertiwi-Consulting untuk penghitungan emisi GRK, verifikasi, dan pengembangan kapasitas internal.
Dengan pendekatan holistik—memadukan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi—PT Tamaris Hidro telah membuktikan diri sebagai pelaku industri energi terbarukan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keberlanjutan. Melalui program-programnya yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan menjaga ekosistem, Tamaris Hidro memberikan contoh nyata bagaimana perusahaan energi dapat berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan nasional.
Selain itu, komitmen perusahaan dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan juga sejalan Langkah ini sejalan dengan upaya global dalam mengatasi perubahan iklim dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Secara keseluruhan, inisiatif penanaman pohon oleh PT Tamaris Hidro berperan penting dalam menurunkan emisi karbon dan memperkuat posisi perusahaan sebagai pelaku bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dengan pendekatan terstruktur dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi CSR, PT Tamaris Hidro membuktikan bahwa bisnis energi bersih tidak hanya soal profit, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami tidak hanya membangun pembangkit, tapi juga membangun masa depan masyarakat sekitar,” tutup Irman.
