Serpong, BusinessNews Indonesia—Produsen otomotif yang asalnya dari India, Tata Motors, menargetkan pertumbuhannya melebihi 100% untuk tahun kalender April 2017 sampai April 2018. Ada beberapa penyebabnya untuk keoptimisannya itu.
“Antara lain, kami sekarang mulai memasarkan truk heavy duty sektor pertambangan. Seperti kita ketahui, sektor pertambangan sekarang sudah mulai bergerak lagi, bukan?” kata Corporate Communications Head Tata Motors Distribusi Indonesia, Kiki Fajar, dalam wawancara khusus dengan Majalah BusinessNews Indonesia, di Serpong, belum lama ini.
Kiki mengatakan, sektor infrastruktur yang kini tumbuhnya pesat, bisa menaikkan penjualan truk heavy duty-nya tersebut.
Untuk tahun kalender sebelumnya, Tata Motors menjual 900-an unit otomotif. Sementara, tahun kalender April 2017 sampai April 2018, penjualan itu ditargetkan 2.000 unit atau naiknya melebihi 100%.
Tata Motors, di Indonesia, saat ini sudah punya jaringan layanan purnajual yang memadai. Ada lebih dari 300-an pemasok suku cadang dan diler yang tersebarnya di seluruhnya Indonesia.
“Untuk pengembangan diler, tidak ada kendala berarti bagi kami. Selalu ada pemain baru yang ingin menjadi pemasok suku cadang ataupun diler. Kadang, saat ayah bermain di dilernya otomotifnya Jepang, anaknya lantas bisnisnya dengan Tata Motors,” Kiki menambahkan.
