TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hari Ini, Ada Potensi Pergerakan Sideways Harga dan Yield SBN Rupiah

Busthomi
20 May 2025 | 09:41
rubrik: Capital Market
IHSG Masuk Area Hijau

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Harga Surat Utang Negara (SUN) ditutup menguat pada sesi perdagangan hari Senin. Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0104) turun sebesar 1 basis poin (bp) ke level 6,50%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0103) turun sebesar 2 bp ke level 6,85%.

Data Bloomberg menunjukkan yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 1 bp ke level 6,87%. Level yield curve SUN 10-tahun saat ini masih in line dengan estimated range kami minggu ini, yaitu di kisaran 6,79%-6,99%.

Volume transaksi SBN secara outright traded tercatat sebesar Rp14,7 triliun kemarin, lebih rendah dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp20,1 triliun.

FR0103 dan FR0086 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing – masing sebesar Rp4,2 triliun dan Rp2,4 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp2,3 triliun.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat tipis 0,07%, bergerak dari level Rp16.445/US$ di hari Jumat menjadi Rp16.434/US$ kemarin.

Rekomendasi Hari Ini

Indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung sedikit negatif, tercermin dari peningkatan yield US Treasury (UST). Yield curve UST 5-tahun meningkat tipis sebesar 1bp menjadi 4,07%, dan yield curve UST 10-tahun meningkat sebesar 3bp menjadi 4,46%.

Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia meningkat tipis sebesar 1bp menjadi 84bp. Para market participant menanti hasil RDG BI yang akan diselenggarakan pada 20-21 Mei.

Pemerintah Indonesia akan melaksanakan lelang SUN pada tanggal 20 Mei 2025 dengan target indikatif sebesar Rp26 triliun dan target maksimal 150% dari target indikatif (Rp39 triliun).

Pada Lelang SUN sebelumnya tanggal 6 Mei 2025, total incoming bid mencapai Rp80,9 triliun. Menilai situasi pasar terkini, kami memperkirakan total incoming bid pada lelang hari ini akan berada di kisaran Rp60-90 triliun.

BACA JUGA:   IHSG Kehilangan 1,57 Poin

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan kondisi pasar di atas, BNI Sekuritas melihat adanya potensi pergerakan sideways pada harga dan yield instrumen SBN berdenominasi Rupiah.

“Berdasarkan valuasi yield curve, BNI Sekuritas memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0094, FR0091, FR0100, FR0068, FR0103” ungkap dia, dalam risetnya, Selasa (20/5/2025).

Tags: pasar obligasisbnSBN rupiahyield sbn
Previous Post

Di Pembukaan Perdagangan, IHSG di Area Positif

Next Post

RUPST Perdana, CBDK Apresiasi Investor dengan Dividen Senilai Rp28,3 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR