Pemberitaan tentang baja belakangan ini, cukup menggembirakan. Beberapa industri baja lokal berhasil ekspor ke berbagai negara.
Hal itu membuktikan bahwa baja produksi dalam negeri pun sesungguhnya memiliki daya saing sehingga bisa diterima tak hanya di pasar domestik, namun juga di pasar internasional.
Memproduksi baja dengan hasil kualitas baik, tentunya menjadi sebuah keharusan. Sebab, baja yang sering disebut juga sebagai the mother of industry karena peran sentralnya dalam berbagai sektor industri seperti otomatif, perkapalan, dan bangunan, perlu didorong daya saingnya baik dalam menghadapi produk impor maupun kebeterimaan produk di pasar internasional.
Selain itu, baja yang berkualitas juga sekaligus memberikan perlindungan konsumen mengingat baja menjadi kebutuhan bahan baku untuk berbagai sektor industri dan pembangunan infrastruktur.
Beberapa peristiwa seperti kegagalan konstruksi jembatan atau jalan layang, dan runtuhnya bangunan karena gempa, menjadi sebagian contoh dari potensi munculnya kecelakaan yang dapat dicegah atau diminimalisir dengan penggunaan baja yang berkualitas tinggi.
Keunggulan baja produk dalam negeri terus dibuktikan oleh beberapa industri dalam negeri dengan mengekspor produknya ke berbagai negara, diantaranya untuk keperluan pembangunan jembatan dan bandara. Keunggulan baja nasional bahkan diantaranya juga diproduksi dengan daya tahan gempa yang lebih tinggi.
Keunggulan baja produk dalam negeri tentunya didorong oleh berbagai faktor salah satunya adanya jaminan kualitas baik dalam memenuhi persyaratan mutu di Standar Nasional Indonesia (SNI) dan/atau juga berbagai standar internasional.
Sertifikat SNI menjadi bukti bahwa suatu produk baja telah memenuhi persyaratan mutu dalam SNI, yang juga membuktikan, suatu produk baja tersebut lolos uji berdasarkan parameter mutu yang dipersyaratkan dalam standar.
Gambaran syarat mutu, misalnya yang ada dalam persyaratan mutu SNI 2052:2024 Baja tulangan beton. Standar ini menetapkan syarat mutu, dan cara uji baja tulangan beton untuk keperluan konstruksi beton bertulang.
Uji baja tulangan beton yang dilakukan menurut SNI diantaranya uji tarik dan uji lengkung baja. Tujuan utama uji tarik dan uji lengkung pada SNI ini adalah untuk menentukan sifat mekanis baja, khususnya kuat tarik dan kemampuan lengkung, guna memastikan bahwa baja memenuhi standar kualitas dan persyaratan SNI. Uji ini digunakan untuk memastikan bahwa baja tulangan mampu menahan gaya tarik dan lengkung yang diperlukan dalam struktur beton bertulang, sehingga bangunan aman dan tahan lama
Contoh lain, syarat mutu pada SNI 3567-2024 Baja lembaran dan gulungan canai dingin (Bj D). Standar ini menetapkan syarat mutu dan cara uji baja lembaran dan gulungan canai dingin. Namun standar ini tidak berlaku untuk baja lembaran dan baja gulungan canai dingin yang digunakan sebagai bahan baku untuk baja lapis timah elektrolisis. Syarat mutu dalam standar ini diantaranya pemenuhan sifat mekanis yang meliputi kuat tarik dan regangan, uji kekerasan, dan mampu lengkung.
Perusahaan yang memiliki sertifikat SNI 2052:2024 atau SNI 3567-2024, berarti dapat diartikan bahwa produk baja yang dihasilkan perusahaan telah dinyatakan sesuai dengan persyaratan mutu SNI tersebut oleh lembaga sertifikasi produk yang terakreditasi.
Dengan syarat mutu yang ketat dalam menghasilkan produk baja yang berkualitas tinggi, maka adanya sertifikat SNI dan/atau standar internasional akan meningkatkan kebeterimaan atau pemenuhan persyaratan yang diminta buyer luar negeri.
Adapun dari sisi konsumen dalam negeri, dengan mendapatkan informasi tentang perbedaan produk baja yang berstandar dan yang tidak, tentu akan memilih produk yang berstandar jika mengingat risiko membeli produk baja yang tak memiliki jaminan kualitas.
Penulis: Denny Wahyudhi
Pranata Humas Ahli Madya Badan Standardisasi Nasional
