TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kawasan Industri Menguat, Intiland Berharap Turunnya Suku Bunga bisa Kerek Sektor Residensial di 2025

Busthomi
28 May 2025 | 14:53
rubrik: Capital Market
Awal 2021, Perkantoran Intiland di Surabaya Kian Diminati

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Intiland Development Tbk (IDX: DILD) atau Intiland membukukan hasil pencapaian kinerja penjualan yang solid per kuartal-1 tahun 2025. Salah satu faktor utama yang mendorong raihan pendapatan prapenjualan atau marketing sales adalah peningkatan signifikan dalam segmen kawasan industri.

Segmen ini terus menunjukkan tren positif di tengah meningkatnya permintaan dari investor dan pelaku industri.

Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp469,2 miliar pada kuartal-1 tahun 2025, melonjak sebesar 84,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp254 miliar.

Kontributor terbesar berasal dari segmen pengembangan kawasan industri yang membukukan penjualan sebesar Rp411,6 miliar, atau melonjak 400% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Lonjakan ini didorong oleh penjualan lahan industri di Batang Industrial Park serta pergudangan di Aeropolis Technopark, Tangerang.

Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono menyampaikan bahwa segmen kawasan industri menjadi salah satu pilar pertumbuhan utama bagi Perusahaan di tengah dinamika yang terjadi di industri properti. Menurutnya, peningkatan permintaan terhadap lahan didorong oleh kebutuhan ekspansi bisnis, perkembangan sektor manufaktur, serta meningkatnya investasi dari dalam dan luar negeri.

“Kami melihat adanya peningkatan permintaan terhadap lahan industri, seiring dengan pertumbuhan investasi di sektor manufaktur dan logistik. Kami akan fokus dalam pengembangan segmen kawasan industri yang berdaya saing tinggi dengan menyediakan infrastruktur serta fasilitas pendukung yang memenuhi kebutuhan para pelaku bisnis,” ujar Archied Noto Pradono, usai RUPST di Jakarta, Rabu (26/5/2025).

Perseroan saat ini mengembangkan dan mengelola dua kawasan industri yang strategis yaitu Ngoro Industrial Park (NIP) di Mojokerto, Jawa Timur dan Batang Industrial Park (BIP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan dan mengelola kawasan pergudangan Aeropolis Technopark, yang berlokasi di kawasan pengembangan terpadu Aeropolis, Tangerang.

BACA JUGA:   Puji Kementerian BUMN, Menteri PKP: 2 Bulan Pemerintahan Prabowo BTN Salurkan KPR 30 Ribu Unit

Perseroan percaya potensi kawasan industri di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan seiring dengan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi dan pengembangan infrastruktur. Seiring dengan adanya insentif bagi investor asing maupun domestik, kawasan industri menjadi salah satu sektor strategis yang mampu menarik minat perusahaan global untuk memperluas operasional mereka di Indonesia.

“Kami optimis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan kawasan industri nasional. Kami berusaha memberikan solusi terbaik bagi para pelaku industri yang mencari lokasi strategis untuk mengembangkan bisnis mereka,” kata Archied.

Perseroan juga percaya bahwa pengembangan kawasan industri akan masih menjadi sektor unggulan di masa mendatang. Potensi ini terutama berkat adanya dukungan dari Pemerintah serta meningkatnya kebutuhan lahan industri seiring dengan ekspansi bisnis sejumlah sektor industri.

Sementara untuk pasar properti sendiri, dia berharap, agar sektor residensial bisa terus bertumbuh. Salah satu pemicunya, dengan menurunnya suku bunga acuan Bank Indonesia di angka 5,5%. Karena dengan kondisi tersebut bisa menyebabkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa  melandai.

“Backbone dari properti ini (sektor) residensial, sehingga kami berharap ke depannya itu akan meningkat. Dan dengan adanya suku bunga yang turun, kami berharap akan menjadi pendorong properti,” ujarnya

Karena saat Ini, dia menjelaskan, pembelian produk properti melalui skema KPR Itu masih sangat dominan di segmen properti Indonesia.  Intiland sendiri di kuartal I Itu sektor landed residential merosot 81,4% secara year on year (yoy) dari Rp118,3 miliar di kuartal I-2024 menjadi Rp22,0 miliar di kuartal I-2025.  

Tags: DILDintiland developmentkprsektor propertisektor residensial
Previous Post

RUPST DILD Sepakat Rombak Dewan Komisaris dan Direksi, Angkat Archied Noto Jadi Dirut

Next Post

Pertamina Drilling Perkuat Langkah Menuju Zero Emission dengan Inovasi Dekarbonisasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR