TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

3 Lapangan Gas Natuna Mulai Dikembangkan

Albarsyah
12 October 2017 | 17:59
rubrik: Capital Market
3 Lapangan Gas Natuna Mulai Dikembangkan

Ilustrasi Lapangan Migas/Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Di tengah-tengah rendahnya harga minyak dunia, industri hulu migas tanah air masih mampu bergerak di kuartal keempat 2017 yang ditandai dengan dimulainya pengembangan tiga lapangan gas—Lapangan Bison, Iguana, dan Gajah Puteri (BIGP)—di Laut Natuna, Kepulauan Anambas. Proyek yang dioperasikan oleh kontraktor kontrak kerja sama (kontraktor KKS) Premier Oil Natuna Sea BV ini merupakan kelanjutan dari pengembangan gas di Wilayah Kerja Natuna Sea Block A.

Dimulainya proyek pengembangan ini ditandai dengan ditandatanganinya kontrak jasa pembangunan Engineering Procurement Construction and Installation (EPCI) antara Premier dengan kontraktor pelaksana PT Timas Suplindo pada tanggal 10 Oktober 2017.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher, menyatakan Kamis (12/10) dalam keterangan medianya, ini merupakan kemajuan penting bagi proyek tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa industri hulu migas Indonesia masih menggeliat meskipun harga minyak dunia belum sepenuhnya pulih.

Lingkup pekerjaan EPCI tersebut juga termasuk pekerjaan modifikasi di fasilitas Anjungan Pelikan WHP, Naga WHP, GB CPP dan AGX . Proyek tersebut meliputi pengembangan tiga sumur subsea masing-masing di Lapangan Bison, Iguana dan Gajah Puteri, pada kedalaman sekitar 80 m dari permukaan laut.

Produksi dari Lapangan Bison dan Iguana akan dialirkan melalui pipa masing-masing sejauh 8 km dan 6 km  menuju Anjungan Pelikan sebelum diteruskan ke fasilitas Gajah Baru CPP untuk diproses.

“Sedangkan produksi dari Lapangan Gajah Puteri akan dialirkan melaui pipa sejauh 42 km ke Anjungan AGX dengan sistem kontrol dari Anjungan Naga,” kata dia.

Proyek Pengembangan Gas BIGP ini akan menambah cadangan gas sekitar 80 bcf, dengan produksi maksimum sebesar 60 mmscfd dan produksi kondensat sekitar 1100 bopd.

BACA JUGA:   Indeks Berpotensi Melemah

Proyek tersebut diharapkan selesai pada akhir kuartal ketiga tahun 2019 untuk memenuhi komitmen penjualan gas yang telah ada, kata dia.

Previous Post

Berikut Ini BUMN ke-22 yang Go Public

Next Post

Bisnis Film Animasi, Mahalnya Selangit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR