TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Daya Beli Melambat, Pembiayaan Bank Mega Syariah Justru Meningkat 37,3 Persen

Nurdian Akhmad
17 June 2025 | 12:36
rubrik: Business Info
Daya Beli Melambat, Pembiayaan Bank Mega Syariah Justru Meningkat 37,3 Persen

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Mega Syariah mencatat kenaikan penyaluran pembiayaan konsumer per Mei 2025. Angka ini di atas pertumbuhan industri perbankan yang tengah terdampak oleh perlambatan daya beli masyarakat.

“Per Mei 2025, jumlah pembiayaan konsumer yang disalurkan Bank Mega Syariah tercatat lebih dari Rp 482 miliar, angka ini meningkat sekitar 37,3 persen dari total yang disalurkan pada Mei 2024,” ujar Consumer Financing Business Division Head Bank Mega Syariah, Raksa Jatnika Budi dala keterangannya, Selasa (16/6/2025).

Adapun pelemahan daya beli masyarakat tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Maret 2025, menunjukkan penurunan dibandingkan dengan periode sama pada Maret 2024.

Penurunan daya beli masyarakat diiringi pelambatan kredit konsumsi perbankan, yakni hanya 9,5 persen (YoY) per April 2025 dibandingkan 10 persen pada bulan sebelumnya.

Bank Mega Syariah mengungkapkan strategi penyaluran pembiayaan konsumer saat daya beli masyarakat melemah. “Inovasi digital menjadi semakin penting untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kenyamanan nasabah,” kata Raksa.

Di tengah beragam tantangan, Bank Mega Syariah disebutnya telah menyalurkan pembiayaan konsumer sebesar Rp482 miliar per Mei 2025, meningkat 37,3% dari periode sama tahun sebelumnya.

Dia menjelaskan bahwa capaian tersebut tak terlepas dari penguatan produk konsumer, khususnya pada produk pembiayaan tanpa agunan untuk nasabah payroll yaitu Flexi Mitra. Menurutnya, penyaluran pembiayaan Flexi Mitra tercatat berkontribusi sebesar 16,44% dari total portofolio konsumer.

Sementara itu di luar payroll, pembiayaan konsumer didorong oleh pembiayaan pemilikan rumah dan pembiayaan multiguna yang mencapai Rp284 miliar atau lebih dari 58% dari total pembiayaan konsumer. 

“Kemudian, pembiayaan rumah subsidi menyumbang 9,6 persen serta pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan haji khusus yang mencapai lebih dari 7,9 persen,” paparnya.

BACA JUGA:   Kementerian PUPR Jajaki Minat Investor Biayai Proyek Saluran Irigasi di Sumsel dan Lombok
Tags: Bank Mega Syariah
Previous Post

Kementerian PU Tekankan Pentingnya Infrastruktur SDA Untuk Ketahanan Pangan Nasional

Next Post

Hutama Karya Perkuat Portofolio di IKN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR