Jakarta, TopBusiness – Baznas Provinsi Riau semakin tergugah dan berkomitmen untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat, pasca-hasil data kajian dari sejumlah pihak terkait.
Ketua Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan, Lc. M. Sha, mengatakan, berdasarkan sejumlah kajian maka potensi pengumpulan masih cukup besar di Provinsi Riau. Berdasarkan data, dana yang diperoleh bisa mencapai Rp 8 triliun.
Menurut dia, di Provinsi Riau sendiri sebetulnya yang mengkaji adalah Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas. “Jadi, Pusat Studi Baznas RI mencakup seluruh Indonesia, dari mereka pihaknya mengetahui tentang potensi zakat di Provinsi Riau, yang di bantu para peneliti di Provinsi Riau. Kita dapat dari semua segmen, mulai dari pertanian, peternakan, perindustrian dan lain sebagainya. Kurang lebih sekitar Rp 8 triliun, potensi zakat di Provinsi Riau,” kata Masriadi, di Jakarta, belum lama ini.
Dengan adanya potensi yang besar, ini menjadikan Baznas makin bersemangat, walaupun sebenarnya tugas ini sangat berat. “Tapi karena terlihat lebih baik memicu semangat Baznas Provinsi Riau. Sehingga sampai hari ini, data itu menjadi patokan kami untuk menilai sementara potensi zakat di Provinsi Riau secara keseluruhan,” tegas Masriadi.
Menurut Masriadi, Baznas Provinsi Riau telah mendapatkan laporan dari Kabupaten kurang lebih Rp 220 miliar, itu juga dibagi dengan Kabupaten Kota. Dan untuk Provinsi Riau, sendiri tahun 2024, sebesar Rp 57 miliar. “Jika dikategorikan penghasilan zakat, ini adalah termasuk yang paling besar untuk seluruh Sumatra kecuali Aceh,” ujar dia.
Masriadi menyebut pengumpulan zakat baik di Provinsi dan Kabupaten masih didominasi dari zakat ASN. Kendati begitu, zakat di luar ASN masih memiliki peluang besar. “Walau bagaimana pun zakat di luar non ASN, itu sudah menunjukkan peningkatan signifikan baik kelembagaan ataupun individu. Itu semua bergerak naik, untuk memperlihatkan bahwa program yang sedang dijalankan untuk pengumpulan zakat,” paparnya.
Dijelaskan, pihaknya berkoordinasi langsung dengan Baznas Kabupaten untuk program-program pendistribusian. Selain, memiliki waktu untuk mengadakan rapat koordinasi daerah yang melibatkan Baznas se-Provinsi Riau. “Kami juga mencoba masuk juga ke perusahaan-perusahaan skala Provinsi. Kami akan memberikan bentuk sosialisaisi terkait zakat agar mereka tahu. Kebanyakan mereka bukan tak mau, tetapi lebih ke mereka tak mau,” beber dia.
Baznas Provinsi Riau juga menggandeng Universitas Riau dalam hal penggalangan dana. Kampus ini berpotensi sangat besar sebab memiliki 32 ribu mahasiswa dan jumlah zakatnya sebanyak Rp 24 miliar, sedangkan untuk dosen paling banyak Rp 2,2 miliar. ”Dan angka tersebut dibagi seperti apa?, itu sudah diarahkan kepada tim Baznas seluruh programnya, langkahnya dan semua yang sudah kami maksimalkan dan berusaha masuk ke semua lini,” ungkap dia.
”Dengan dibantu oleh orang-orang Baznas ini adalah ustad atau rata-rata penceramah, dari situlah kami melakukan pendekatan dan itulah salah satu kiat untuk melakukan pengumpulan. Dan data terakhir total pengumpulan sudah mencapai Rp 27,2 miliar dan target kami untuk tahun ini adalah Rp 64 miliar,” papar Masriadi.
Program CSR
Masriadi menyebutkan, sejumlah unggulan program CSR. Ada 5 program induk yang dijadikan sebagai acuan yaitu, Riau Makmur, Riau Cerdas, Riau Peduli, Riau Sehat, dan Riau Taqwa. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Berikut ini uraian singkat program-program CSR Baznas Riau:
- Riau Makmur:
Program ini berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk pemberian bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
- Riau Cerdas:
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk pemberian beasiswa, bantuan biaya pendidikan, dan penyediaan fasilitas belajar.
- Riau Peduli:
Program ini memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti santunan fakir miskin, bantuan untuk panti asuhan, dan bantuan untuk korban bencana.
- Riau Sehat:
Program ini berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk pemberian bantuan biaya pengobatan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penyuluhan tentang kesehatan.
- Riau Taqwa:
Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas masyarakat, seperti program pembinaan rohani, bantuan pembangunan tempat ibadah, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Masriadi juga menjelaskan soal pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Riau. Pertama, Penghimpunan ZIS: BAZNAS Riau bertanggung jawab untuk menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat dan lembaga yang berada di wilayah Riau.
Kedua, penyaluran ZIS: Dana yang terkumpul kemudian disalurkan melalui berbagai program yang telah direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, serta selaras dengan program pemerintah daerah.
Ketiga, Program Unggulan: Baznas Riau memiliki beberapa program unggulan, seperti:
- Program Ekonomi: Bantuan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk program Z-Auto dan Z-Chiken.
- Program Pendidikan: Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
- Program Kemanusiaan: Bantuan untuk korban bencana alam, santunan untuk yatim piatu, dhuafa, dan penyandang disabilitas.
- Program Kesehatan: Dukungan untuk program kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, pengelolaan ZIS di BAZNAS Riau tidak hanya berfokus pada pengumpulan dana, tetapi juga pada penyaluran yang tepat sasaran dan berkelanjutan melalui berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, beberapa program CSR unggulan Baznas Riau yang berkontribusi pada keberhasilan ini, antara lain:
- Zakat Community Development (ZCD): Program ini fokus pada pengembangan masyarakat melalui pengelolaan zakat.
- Bank Pangan: Program ini bertujuan untuk menyediakan akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.
- Bina Daya Riau (BIDARI): Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Masriadi menambahkan, sebagai ketua Baznas dirinya bercita-cita ingin segera mendirikan Panti Asuhan.

