Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Drilling Services Indonesia atau Pertamina Drilling mematangkan dirinya dengan dilengkapi oleh sejumlah sistem teknologi digital dan komunikasi terintegrasi dalam rangka menjalankan bisnis proses guna mendapatkan kinerja operasi optimal.
Berikut penjelasan secara detail mengenai lima program inovasi teknologi unggulan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) :
- IPM (Integrated Project Management) – End-to-End Well Construction Services
IPM adalah layanan manajemen proyek terintegrasi untuk konstruksi sumur secara menyeluruh (end-to-end). Melalui pendekatan ini, Pertamina Drilling mengelola seluruh proses pengeboran dari perencanaan hingga pelaksanaan dan penutupan sumur.
- Efisiensi biaya pengeboran (well cost) secara signifikan.
- Koordinasi lebih efektif antara berbagai tim teknis dan mitra kerja.
- Pengurangan risiko operasional berkat integrasi proses dan teknologi.
- ERRA (Extended Reach Reservoir Access)
ERRA merupakan inovasi pengeboran dengan jangkauan horizontal yang sangat panjang untuk mencapai reservoir migas yang sulit dijangkau secara konvensional. Teknologi ini memungkinkan akses ke cadangan energi yang terletak jauh dari lokasi rig.
- Memaksimalkan pemulihan cadangan (reservoir recovery).
- Mengurangi kebutuhan pengeboran sumur baru (cost-effective).
- Minimalkan dampak lingkungan karena lebih sedikit lokasi pengeboran.
- ICESS (Integrated CCS/CCUS Engineering & Supervisory Services)
ICESS adalah layanan teknik dan pengawasan untuk proyek Carbon Capture and Storage (CCS) atau Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS). Layanan ini menjadi bagian penting dalam transisi energi menuju emisi karbon rendah.
- Mendukung proyek-proyek dekarbonisasi nasional.
- Mengukuhkan peran Pertamina Drilling dalam solusi energi hijau.
- Meningkatkan standar keamanan dan efektivitas operasional CCS/CCUS.
- iGOS (Integrated Gas Monitoring System)
iGOS adalah sistem pemantauan gas terintegrasi yang dirancang untuk mendeteksi kebocoran gas secara dini melalui sensor dan sistem alarm otomatis. Sistem ini dapat dipasang di fasilitas produksi dan area pengeboran.
- Meningkatkan keselamatan kerja dengan deteksi dini kebocoran gas.
- Mendukung kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
- Meminimalkan potensi insiden kebakaran atau ledakan akibat gas.
- AI-SEE-U (AI HSSE Monitoring System)
AI-SEE-U adalah sistem pemantauan keselamatan kerja berbasis Artificial Intelligence (AI), yang memanfaatkan teknologi computer vision untuk mengawasi area kerja, mendeteksi pelanggaran prosedur HSSE, dan memberikan peringatan otomatis.
- Meningkatkan standar keselamatan kerja (HSSE – Health, Safety, Security, and Environment).
- Pemantauan real-time terhadap aktivitas di lapangan.
- Pencegahan proaktif terhadap kecelakaan kerja.
Kesimpulan:
Kelima inovasi tersebut mencerminkan transformasi teknologi yang dijalankan oleh Pertamina Drilling dalam mendukung efisiensi operasional, keselamatan kerja, serta keberlanjutan energi. Pertamina Drilling tidak hanya berfokus pada efisiensi teknis, tetapi juga berkomitmen pada aspek lingkungan dan keselamatan kerja melalui adopsi teknologi mutakhir seperti AI dan sistem terintegrasi.
