Jakarta, TopBusiness – PT Puradelta Lestari Tbk. (IDX: DMAS), pengembang kawasan Kota Deltamas, terus memperkuat penerapan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam setiap lini bisnisnya guna mewujudkan keberlanjutan jangka panjang.
Mengusung tema “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC”, perusahaan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan finansial, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Menurut Investor Relations Staff PT Puradelta Lestari Tbk., Natalia Putri Ninda Budi, GRC telah menjadi kerangka strategis dalam mendukung transformasi berkelanjutan.
“GRC bukan sekadar kewajiban tata kelola, tetapi pondasi penting untuk memastikan bahwa seluruh operasional perusahaan dilakukan secara etis, patuh hukum, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Natalia dalam sesi penjurian TOP GRC Awards 2025 yang digelar secara daring, Jumat (18/7/2025).
GRC Sebagai Pilar Keberlanjutan
Bicara soal penerapaan GRC, dalam aspek Governance (tata kelola), misalnya, perusahaan telah membentuk komite audit, menunjuk komisaris independen, serta menerapkan transparansi melalui laporan rutin, termasuk Sustainability Report tahunan.
Selain itu, perusahaan juga aktif mendukung program Net Zero Emission 2060 melalui penggunaan panel surya, kendaraan listrik, serta pengelolaan air daur ulang (WTP Recycle).
Sementara untuk Risk Management (manajemen risiko), Puradelta Lestari menerapkan sistem identifikasi dan mitigasi risiko secara proaktif, termasuk pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi potensi risiko proyek.
Adapun pada aspek Compliance (kepatuhan), perusahaan menjamin kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perundang-undangan lingkungan, serta internalisasi nilai-nilai seperti antikorupsi, whistleblowing system, dan pelatihan keberlanjutan bagi karyawan.
“Perusahaan kami tidak hanya taat hukum, tapi juga mendorong budaya kepatuhan dari dalam, mulai dari kebijakan hingga perilaku sehari-hari,” tambah Natalia.
Sebagai upaya untuk mencapai Sustainable Business, perusahaan mengintegrasikan prinsip-prinsip GRC tersebut sebagai bagian integral dari strategi bisnisnya.
“GRC merupakan kerangka kerja yang penting dalam memastikan bahwa Perseroan membangun bisnis berkelanjutan dengan cara yang etis, mematuhi peraturan, dan mengelola risiko dengan efektif. GRC mendorong transformasi berkelanjutan yang berdampak bagi bisnis dan masyarakat sehingga dapat disimpulkan bahwa GRC merupakan pondasi penting untuk mencapai bisnis berkelanjutan,” ujar Natalia.
Dari sisi kebijakan, GRC yang dijalankan untuk mengintegrasikan praktik tata kelola yang baik, mengelola risiko secara proaktif, dan memastikan kepatuhan terhadap semua regulasi yang berlaku. Tanpa mengenyampingkan dampak lingkungan maupun dampak lingkungan yang terjadi.
“Kebijakan manajemen memastikan bahwa Perusahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial tetapi juga memperhatikan dampak yang terjadi terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Natalia di hadapan dewan juri.
Kinerja
Bicara soal kinerja, dalam paparannya, Natalia mengatakan bahwa sepanjang tahun 2024, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5,7% menjadi Rp2,03 triliun, dengan laba bersih Rp1,33 triliun atau naik 10,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan masih didominasi oleh segmen industri, terutama dari sektor pusat data (data center) yang memberikan kontribusi sebesar Rp1,8 triliun atau 88,9% dari total pendapatan usaha. Sisanya berasal dari segmen hunian, komersial, penyewaan, dan hotel.
Perusahaan juga menekankan pentingnya keterkaitan antara kawasan industri, hunian, dan komersial dalam pengembangan kawasan Kota Deltamas.
“Kami membangun ekosistem yang saling mendukung. Semakin tumbuh industri, maka meningkat pula kebutuhan akan hunian dan fasilitas komersial,” terang Natalia.
Komitmen terhadap ESG dan SDG
Di samping GRC, Puradelta Lestari aktif menjalankan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), antara lain dengan pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta pengembangan ruang hijau dan bangunan berkelanjutan.
Perusahaan juga menjalankan berbagai program sosial, seperti suplai air bersih, program fogging, serta pencegahan stunting bagi masyarakat sekitar.
“Kami telah mengimplementasikan seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) secara bertahap dan terukur. Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan tujuan akhir, melainkan proses yang harus terus diperjuangkan,” tandas Natalia.
Dengan komitmen GRC dan ESG yang kuat, PT Puradelta Lestari Tbk. terus berupaya menjadi pengembang terpercaya dan bertanggung jawab, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Pada sesi penjurian TOP GRC Awards 2025 selain Natalia, turut hadir dari PT Puradelta Lestari Tbk., yakni Esther Meilia Natanael, selaku Department Head of Investor Relations & Corporate Sustainability.
Adapun untuk dewan juri yang hadir memberikan penilaian pada sesi ini antara lain Melani K. Hariman (CEO Melani K. Hariman & Associates), Ben de Haan (MSI), Prof. Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar Universitas Padjajaran), dan Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem).
Editor: Busthomi
