Jakarta, TopBUusiness – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan komitmennya dalam bagi program hilirisasi nasional karena bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sumber daya alam unggulan dalam negeri.
Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
“Satgas ini bertugas merumuskan, mengusulkan, dan menetapkan wilayah atau lokasi serta sumber daya bahan baku yang dapat dioptimalkan dalam program hilirisasi,” ujar Rosan dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (23/7/2025).
Selain itu, Satgas juga diharapkan mampu menyelesaikan hambatan perizinan proyek-proyek hilirisasi agar tidak terjadi tumpang tindih, serta memastikan pelaksanaannya berjalan adil bagi seluruh pihak.
Beberapa komoditas unggulan yang masuk ke dalam fokus hilirisasi meliputi mineral dan batu bara, sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan dan kelautan.
“Hilirisasi ini memang tidak hanya di bidang mineral, tetapi juga di perkebunan, pertanian dan lain-lainnya. Ini akan memberi dampak yang sangat positif dan besar dalam rangka kita mencapai (target) pertumbuhan perekonomian,” kata Rosan.
Sementara itu, realisasi investasi di Indonesia pada semester I 2025 telah mencapai Rp 950 triliun. Dari total nilai investasi tersebut, sekitar 30% merupakan investasi proyek hilirisasi. “Investasi di bidang hilirisasi ini memang meningkat cukup signifikan. Kontribusinya dari Rp 950 triliun itu mencapai 30%,” kata Rosan.
