Jakarta, BusinessNews Indonesia—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan pembangunan proyek modifikasi kilang Balikpapan akan tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini merupakan komitmen Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RIJusuf Kalla dalam mengimplementasikan nawacita sektor ESDM.
“Pengembangan kilang menjadi komitmen pemerintahan Presiden Jokowi dan harus dilaksanakan,” ujar dia di sela-sela acara peresmian fasilitas produksi lapangan Jangkrik, di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, seperti ditulias dalam keterangan pers yang diterima Majalah BusinessNews Indonesia (31/10/2017).
Proyek kilang Balikpapan terdiri dari dua tahap yang akan selesai pada Juni 2021 atau lebih cepat 22 bulan dari yang ditargetkan. Proyek itu diperkirakan membutuhkan pendanaan USD 4,6 miliar, dan dikerjakan dalam dua tahap. Tahap pertama selesai tahun 2019 dan tahap kedua pada 2021.
Menurut Menteri Jonan, Kilang Balikpapan yang kapasitas produksinya saat ini 260.000 barel per hari (bph), akan meningkat menjadi 360.000 bph setelah dimodifikasi. Pertamina sendiri yang akan mengerjakan proyek tersebut.
“Ini proyek USD 5 miliar dari 260.000 bph per hari jadi 360.000. Menurut saya, Pertamina akan menjalankan,” ungkapnya.
