TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indonesia Serius Pangkas Emisi Karbon, 9 Industri Jadi Prioritas

Albarsyah
24 July 2025 | 13:58
rubrik: Business Info
Polytron Segera Ikut Bikin Kompor Listrik!

ilustrasi green energy---istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah tengah mendorong percepatan agenda dekarbonisasi di sektor industri. Tujuan langkah tersebut untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus memenuhi target pengurangan emisi karbon secara global.

“Sebagai bagian dari upaya nasional menuju net zero emission, Kemenperin telah menetapkan sembilan sektor industri prioritas yang menjadi fokus percepatan dekarbonisasi,” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi Selasa (22/7/2025).

Kesembilan sektor prioritas tersebut, yakni industri semen, industri pupuk, industri logam, industri pulp dan kertas, industri tekstil, industri kimia, industri otomotif, industri makanan dan minuman, serta industri kaca dan keramik.

“Sektor-sektor ini yang disebut dengan industri dengan emisi gas rumah kaca (GRK) tinggi. Kami perlu menyiapkan langkah strategisnya,” ungkap Andi.

Saat ini tengah disusun peta jalan dekarbonisasi untuk masing-masing sektor industri tersebut, yang mencakup panduan teknis, kebijakan pendukung, kebutuhan teknologi dan pendanaan, serta kolaborasi lintas sektor.

“Kami menargetkan net zero emission sektor industri dapat tercapai pada tahun 2050, atau lebih cepat 10 tahun dari target nasional. Ini artinya, kami harus siapkan arah atau roadmap untuk industri nasional bisa cepat bertransformasi ke arah produksi yang rendah emisi dan ramah lingkungan dalam 25 tahun ke depan,” jelasnya.

Untuk mengarah ke industri hijau tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, pemerintah tengah menyusun regulasi yang mengatur pembiayaan industri hijau melalui pembentukan badan Green Industry Service Company atau GISCO.

Dengan adanya GISCO, maka dapat membantu perusahaan untuk mendanai, merancang, dan mengimplementasikan teknologi hijau di perusahaan. Teknisnya akan ada investor yang berasal dari financial institution, untuk kemudian mendanai proyek industri hijau yang diajukan perusahaan.

BACA JUGA:   Didukung, Pilot Project Mobil Listrik di Daerah Wisata

“GISCO akan menjadi motor penggerak dekarbonisasi industri dalam negeri, terutama bagi pelaku usaha yang menghadapi kendala investasi dalam penerapan teknologi hijau. Oleh karena itu, dengan GISCO, kita akan mempercepat transformasi industri menuju dekarbonisasi yang lebih masif dan efektif, terutama bagi sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung industri dalam negeri,” ujar Andi.

Tags: Indonesia bebas emisi karbon
Previous Post

Amerika Minta Ekspor Nikel Cs Indonesia Dibuka, Ini Respons Pemerintah dan Pengusaha

Next Post

PTPP Garap Proyek Bendungan Cibeet Paket 2 Senilai Rp1,81 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR